HUT ke-81 RI, 81 Meter Semangat Merah Putih Membentang di Pulau Moyo

  • 18 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, diwujudkan dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar upacara dan perayaan, masyarakat bersama berbagai unsur pemerintah dan komunitas mengisinya dengan aksi nyata menjaga lingkungan.

Rangkaian kegiatan Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) ke-17 dan HUT ke-81 RI berlangsung di Desa Labuhan Aji, Pulau Moyo, Minggu 16 Agustus 2026. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di kawasan pantai Desa Labuhan Aji.

Bentangan bendera sepanjang 81 meter tersebut menjadi simbol semangat kemerdekaan sekaligus pesan untuk menjaga alam sebagai bagian dari warisan bangsa.

Semangat peringatan kemerdekaan juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan lingkungan. Para peserta melakukan aksi bersih-bersih pantai secara bersama-sama dan berhasil mengumpulkan 15 kantong sampah berukuran 100 liter.

Tidak berhenti di kawasan daratan, aksi konservasi juga menyasar ekosistem bawah laut. Sebanyak 10 media transplantasi karang ditanam di perairan Desa Labuhan Aji sebagai bagian dari upaya menjaga dan memulihkan ekosistem terumbu karang.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II (SKSDA W.II) BKSDA NTB Lalu Abdul Ghani mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to HKAN dan HUT ke-81 RI yang dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur.

"Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan. BKSDA NTB bersama WCS dan Marine Conservation NTB memberikan sosialisasi konservasi dan lingkungan kepada anak-anak SD dan SMP Satu Atap di Desa Labuhan Aji," jelasnya.

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, akademisi, organisasi lingkungan, komunitas penyelam dan masyarakat dalam satu agenda bersama.

Sejumlah pihak yang terlibat di antaranya SKSDA Wilayah II BKSDA NTB, Ditpolairud Polda NTB, Kejari Sumbawa, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Sat Polairud Polres Sumbawa, DKP Sumbawa, Basarnas, BPBD Sumbawa, Pemerintah Desa Labuhan Aji, Universitas Samawa, Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Hamzanwadi, WCS NTB, Marine Conservation NTB, BPRL Makassar, komunitas penyelam, berbagai yayasan konservasi, Pokmaswas Angel Reef Labuhan Aji, serta unsur TNI dan Polri.

Keterlibatan banyak pihak tersebut menurut Ghani, memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

"Bagi kawasan kepulauan seperti Pulau Moyo, kelestarian pesisir dan laut memiliki arti penting. Ekosistem laut yang sehat tidak hanya menopang keanekaragaman hayati, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan dan aktivitas masyarakat setempat," pungkasnya.

Rangkaian kegiatan pada 16 Agustus tersebut ditutup dengan sosialisasi kawasan konservasi yang melibatkan Binmas Polairud, Dinas Kelautan dan Perikanan serta WCS.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....