HUT RI ke-81, MAN Lombok Barat Teguhkan Nasionalisme

  • 18 Agt 2026 14:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Semangat kemerdekaan terasa kuat di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat, Senin, 17 Agustus 2026. Nuansa merah putih menghiasi halaman madrasah yang sejak pagi dipenuhi peserta upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

MAN Lombok Barat menjadi pusat pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI tingkat Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat. Prosesi berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan di kalangan aparatur, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Upacara dipimpin Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, H. Muliarta, S.Sos., M.Sos., selaku pembina upacara. Sejumlah unsur penting dari keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan MAN Lombok Barat terlihat sejak awal hingga berakhirnya rangkaian kegiatan. Siswa yang tergabung dalam ORSIMA, Paskibra, dan Marching Band mendapat kepercayaan mengambil peran dalam mendukung kelancaran upacara.

Saat Sang Merah Putih dikibarkan, seluruh peserta berdiri dalam suasana hening. Pasukan Paskibra MAN Lombok Barat menjalankan tugas dengan gerakan yang disiplin dan terukur, sementara Marching Band memberikan iringan yang semakin menghidupkan suasana peringatan kemerdekaan.

Bagi pihak madrasah, keterlibatan siswa dalam upacara bukan sekadar menjalankan tugas seremonial. Di balik setiap peran, terdapat proses pembelajaran mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, serta kecintaan terhadap tanah air.

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., mengatakan momentum kemerdekaan harus dimanfaatkan untuk membangun karakter generasi muda.

“Kemerdekaan bukan hanya kita rayakan dengan upacara, tetapi harus kita isi dengan prestasi, kedisiplinan, kerja keras, akhlak yang baik, serta kepedulian terhadap sesama. Anak-anak kita adalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan bangsa. Karena itu, mereka harus memiliki semangat belajar dan semangat memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

Menurut Kemas Burhan, pengalaman siswa ketika dipercaya menjadi bagian dari Paskibra, Marching Band maupun ORSIMA memiliki nilai pendidikan yang besar. Mereka tidak hanya belajar menjalankan tugas, tetapi juga dilatih membangun kepercayaan diri dan kemampuan bekerja dalam sebuah tim.

“Ketika siswa menjadi petugas Paskibra, Marching Band, maupun bagian dari ORSIMA, sesungguhnya mereka sedang belajar banyak hal. Ada kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin terus kami tumbuhkan di MAN Lombok Barat,” katanya menegaskan.

Semarak peringatan HUT ke-81 RI di MAN Lombok Barat tidak berhenti setelah upacara selesai. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan yang sebelumnya digelar untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain kreasi hias kelas, tarik tambang, estafet tradisional, serta cipta dan baca puisi kebangsaan.

Setiap perlombaan membawa pesan tersendiri. Kreasi hias kelas menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kekompakan. Tarik tambang dan estafet tradisional mengajarkan pentingnya kerja sama, sportivitas, serta kekuatan sebuah tim.

Sementara itu, lomba cipta dan baca puisi kebangsaan memberikan ruang kepada peserta untuk menerjemahkan kecintaan terhadap Indonesia melalui karya. Semangat perjuangan, persatuan, pengorbanan pahlawan, dan harapan terhadap masa depan bangsa menjadi bagian dari pesan yang disampaikan peserta.

Penyerahan hadiah dilakukan oleh H. Muliarta bersama jajaran terkait, termasuk Kasi Pendidikan Madrasah dan Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan.

Wajah-wajah penuh antusias tampak ketika para pemenang menerima penghargaan. Bagi siswa, hadiah tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengakuan atas kreativitas, kerja keras, keberanian, dan kekompakan yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti perlombaan.

“Kami ingin peringatan kemerdekaan ini memberikan pengalaman yang lengkap bagi siswa. Mereka mengikuti upacara dengan penuh khidmat, kemudian menikmati kebersamaan melalui berbagai perlombaan, dan akhirnya mendapatkan apresiasi atas usaha mereka. Mudah-mudahan pengalaman ini menjadi kenangan positif sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berprestasi,” ucapnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan MAN Lombok Barat juga menjadi ruang untuk mengingat kembali makna kemerdekaan bagi generasi masa kini.

Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan pada upacara tersebut, kemerdekaan ditegaskan bukanlah sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma. Kemerdekaan lahir melalui perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu bangsa.

Karena itu, tugas generasi saat ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi lingkungan pendidikan. Jika generasi terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan berbagai cara, generasi sekarang memiliki medan perjuangan yang berbeda, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

Madrasah pun memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, toleransi, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.

Nilai tersebut sejalan dengan pesan Kementerian Agama mengenai pentingnya pendidikan yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan pembentukan karakter. Lingkungan madrasah diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi ilmu, akhlak, toleransi, kedamaian, dan kemaslahatan.

Dalam momentum kemerdekaan itu pula, semangat persatuan kembali ditegaskan. Keberagaman Indonesia dipandang sebagai kekuatan yang harus dirawat melalui sikap saling menghargai, gotong royong, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

Bagi keluarga besar MAN Lombok Barat, peringatan HUT ke-81 RI akhirnya tidak berhenti pada pengibaran bendera, seremoni upacara, perlombaan, maupun pembagian hadiah.

Lebih dari itu, kemerdekaan dimaknai sebagai amanah yang harus diteruskan melalui pendidikan, prestasi, kedisiplinan, akhlak, persatuan, dan karya nyata.

Dari halaman madrasah itulah semangat tersebut diharapkan tumbuh dan dibawa para siswa dalam kehidupan mereka. Generasi muda madrasah dipersiapkan bukan hanya sebagai penerus, tetapi sebagai bagian dari kekuatan bangsa yang mampu mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan pengabdian.

“Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam diri anak-anak kita. Mereka harus berani bermimpi, tekun belajar, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Itulah salah satu bentuk nyata bagaimana generasi muda mengisi kemerdekaan,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....