Universitas Bumigora Kembangkan Kebun Herbal dan Minuman Lokal di Desa Lantan

  • 16 Agt 2026 19:23 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Universitas Bumigora mengembangkan kebun herbal dan minuman herbal lokal sebagai potensi eduwisata Desa Lantan.
  • Program ini memperkuat kapasitas Pokdarwis dan KWT untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus pendapatan masyarakat.

RRI.CO.ID, ‎Lombok Tengah – Universitas Bumigora mendorong Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, mengembangkan potensi lokal menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pendapatan baru masyarakat.

‎Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang berlangsung Mei-Agustus 2026, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bumigora menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Solah dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Elong Tune. Tim PKM dipimpin apt Sri Winarni Sofya, M.Farm bersama apt Ayudia Cipta Khairani, M.Farm, Baiq Nadia Nirwana, M.M. dan mahasiswa KKN Prodi Farmasi dan Manajemen.

‎Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Diktisaintek RI itu berfokus pada pengembangan kebun herbal sebagai destinasi eduwisata serta inovasi minuman herbal berbahan lokal.

‎Ketua tim PMM, apt Sri Winarni Sofya, M.Farm., mengatakan program tersebut dirancang bersama mahasiswa KKN dari Program Studi Farmasi dan Manajemen untuk mengoptimalkan potensi Desa Lantan.

‎“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas Pokdarwis dan KWT dalam pengelolaan, produksi, serta pemasaran produk unggulan sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik wisata Desa Lantan,” kata Sri Winarni, Minggu, 16 Agustus 2026.

‎Pengembangan tidak berhenti pada penanaman tanaman herbal. Tim juga mendampingi KWT Elong Tune dalam membuat formula minuman herbal berbahan lokal dan meningkatkan kemampuan produksi serta pemasaran.

‎Sejumlah teknologi turut diberikan untuk mendukung pengolahan produk, di antaranya alat pengupas kopi, mesin penggiling, dan oven.

‎Menurut Sri Winarni, keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dari program tersebut. Mahasiswa KKN tidak hanya membantu masyarakat, tetapi mendapat ruang untuk menerapkan pengetahuan dari perkuliahan secara langsung.

‎“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi mahasiswa KKN dengan melatih kepekaan sosial, keterampilan komunikasi dan kerja sama, serta memposisikan mereka sebagai agen perubahan untuk membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

‎Kepala Desa Lantan, Erwandi, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai pengembangan kebun herbal dan minuman khas desa sejalan dengan upaya Lantan memperkuat sektor pariwisata berbasis potensi masyarakat.

‎“Kehadiran kebun herbal sebagai eduwisata serta pengembangan minuman herbal khas desa diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan pendapatan masyarakat, sekaligus menjadikan produk lokal Desa Lantan lebih dikenal oleh wisatawan,” kata Erwandi.

‎Program ini mempertemukan dua potensi yang selama ini berjalan di tingkat masyarakat: pariwisata dan produk lokal. Kebun herbal diarahkan menjadi ruang belajar bagi wisatawan, sementara produk minuman herbal dikembangkan sebagai buah tangan khas Desa Lantan.

‎Dengan penguatan manajemen Pokdarwis serta kapasitas produksi dan pemasaran KWT, Universitas Bumigora berharap potensi lokal tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi tumbuh menjadi bagian dari pengalaman wisata dan penggerak ekonomi desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....