Gempa Nagekeo Dirasakan Kencang di Kabupaten Dompu

  • 15 Agt 2026 06:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, turut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA, dengan pusat gempa berada pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Meski berjarak sekitar 316 kilometer dari pusat gempa, guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu. Warga yang merasakan getaran panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini tsunami yang mencakup sejumlah wilayah, termasuk NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dompu, Wan Muntajul, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak gempa di wilayah Kabupaten Dompu.

"BPBD masih melakukan pendataan dan menunggu laporan dari wilayah terkait dampak gempa," ujarnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Informasi yang diterima BPBD Dompu, gempa susulan masih terjadi di wilayah NTT. Salah satu gempa susulan tercatat sekitar pukul 07.00 WITA dengan kekuatan 5,3 skala Richter.

Pusat gempa susulan tersebut berada pada koordinat 8,19 Lintang Selatan dan 120,28 Bujur Timur, atau sekitar 51 kilometer barat laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

BPBD Dompu mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah pesisir, agar tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

Peringatan dini tsunami, kata BPBD, belum dicabut. Karena itu, masyarakat pesisir diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar pantai sampai ada informasi resmi bahwa kondisi telah dinyatakan aman.

BPBD Dompu juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengikuti perkembangan gempa dan peringatan tsunami melalui kanal resmi pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....