TNI Polri Hadir, Jembatan Garuda Jadi Simbol Pengabdian

  • 14 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombol Utara — Penantian warga Dusun Pengadang Baru, Desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, akhirnya menemukan jawaban. Jembatan Garuda yang selama ini menjadi harapan masyarakat resmi diresmikan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia melalui Video Conference, Kamis siang 13 Agustus 2026.

Peresmian yang berlangsung tersebut bukan sekadar seremoni. Bagi masyarakat setempat, jembatan tersebut menjadi pintu baru menuju akses yang lebih mudah, mobilitas yang lebih lancar, serta peluang kehidupan yang lebih baik.

Sejumlah orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, hingga para kepala dusun se-Desa Mumbulsari.

Hadir antara lain Sekda Kabupaten Lombok Utara Sahabudin, M.Si., mewakili Bupati KLU, Ketua DPRD KLU Agus Jasmani, S.IP., Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Inf. Nyarman, M.Tr.(Han), Kapolres KLU AKBP Agus Purwanta, S.I.K., serta jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri dan pemerintah Desa Mumbulsari.

Presiden: Bukti Negara Hadir untuk Rakyat

Rangkaian peresmian diawali laporan KASAD dan Kapolri, kemudian dilanjutkan dengan penayangan video pembangunan sarana dan prasarana yang dikerjakan TNI dan Polri untuk masyarakat.

Melalui Video Conference, Presiden RI H. Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas pengabdian yang diberikan kepada masyarakat.

Presiden menyebut, secara nasional pada momentum tersebut diresmikan 3.335 jembatan yang dibangun TNI dan Polri serta 3.000 titik air bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat.

Menurut Presiden, pembangunan tersebut merupakan bagian dari misi bakti dan pengabdian kepada rakyat, terutama masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses.

Kehadiran prajurit di tengah masyarakat, lanjut Presiden, menunjukkan bahwa negara tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga melalui kerja nyata yang langsung dirasakan rakyat.

Dandim: Jembatan Ini Menghubungkan Harapan

Dandim 1606/Mataram Kolonel Inf. Nyarman, M.Tr.(Han), menegaskan bahwa Jembatan Garuda merupakan hasil sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat dengan kemudahan akses dan kehidupan yang lebih baik,” ujar Dandim.

Ia berharap keberadaan jembatan dapat memperlancar aktivitas warga. Tidak hanya untuk mobilitas sehari-hari, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan dan sosial masyarakat.

Dandim juga mengajak masyarakat menjaga jembatan tersebut secara bersama-sama. Menurutnya, pembangunan akan memberikan manfaat maksimal apabila dirawat dan digunakan dengan penuh tanggung jawab.

“Semangat gotong royong dan kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga. Ketika TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat bersatu, berbagai tantangan dapat kita hadapi bersama,” tegasnya.

Bukan Sekadar Jembatan

Bagi warga Dusun Pengadang Baru dan wilayah sekitarnya, Jembatan Garuda memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik.

Jembatan ini membuka akses menuju aktivitas yang sebelumnya menghadapi keterbatasan. Anak-anak dapat memiliki akses perjalanan yang lebih mudah menuju sekolah. Warga dapat bergerak lebih lancar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pelaku usaha juga memiliki peluang lebih besar untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Di Kabupaten Lombok Utara sendiri terdapat dua jembatan Aramko Merah Putih, yakni Jembatan Garuda di Dusun Pengadang Baru, Desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan, dan jembatan di Dusun Soloh, Desa Rempek, Kecamatan Gangga.

Keduanya menjadi bagian dari komitmen TNI-Polri untuk membantu membuka konektivitas masyarakat di wilayah yang membutuhkan akses infrastruktur.

Peresmian Jembatan Garuda kemudian dilanjutkan dengan dialog melalui Video Conference antara Presiden RI, KASAD dan Kapolri.

Momentum tersebut kembali menegaskan satu pesan penting: pembangunan bukan hanya tentang beton, baja dan jalan penghubung. Di baliknya ada harapan manusia yang ingin hidup lebih mudah.

Kini, Jembatan Garuda berdiri sebagai simbol gotong royong dan pengabdian. Dari Dusun Pengadang Baru, jembatan itu membawa pesan bahwa sejauh apa pun wilayahnya dan sesulit apa pun medannya, negara harus tetap hadir bersama rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....