Makna Kemerdekaan, MUI Dompu Soroti Dekadensi Moral Generasi Muda

  • 13 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah yang berhenti pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan harus terus dijaga, terutama oleh generasi muda sebagai penerus bangsa.

Ketua MUI Kabupaten Dompu, KH. Mokh. Nasuhi, mengatakan tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain harus mempertahankan kemerdekaan, generasi muda juga menghadapi fenomena dekadensi moral, kemerosotan akhlak, kenakalan remaja hingga maraknya peredaran narkoba.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena generasi muda merupakan penerus bangsa yang nantinya akan mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan dari generasi saat ini.

"Makna kemerdekaan bagi kita bukan sebuah momen yang berakhir hanya pada tahun 1945. Kemerdekaan ini harus terus dijaga. Tentu saja yang terus menjaganya adalah generasi muda," katanya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia meminta generasi muda mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan zaman. Salah satu modal utama yang harus diperkuat adalah pendidikan, terutama pendidikan agama dan akhlak.

Pendidikan tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu membangun bangsa sekaligus menjaga dirinya dari berbagai pengaruh negatif.

Terkait maraknya narkoba, KH. Mokh. Nasuhi menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tugas polisi, aparat keamanan dan penegak hukum. Perang terhadap narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Orang tua, menurutnya, memiliki peran penting dalam membimbing, mengawasi dan memberikan perhatian kepada anak-anak agar tidak mudah terpapar narkoba maupun pergaulan yang dapat merusak masa depan. Di sisi lain, generasi muda yang memiliki pengaruh positif di lingkungan pergaulannya juga diharapkan mampu mengajak teman sebaya menjauhi narkoba dan berbagai perilaku negatif.

"Ini tugas berat. Untuk bisa menggantikan generasi tua sekarang harus ada kesiapan. Termasuk bagaimana supaya tidak ada hal yang menjadikan diri kita terpapar narkoba atau hal-hal semacamnya," ujarnya.

MUI juga mendorong pemerintah dan masyarakat memperkuat pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya mencegah kenakalan remaja dan degradasi moral.

Generasi muda Muslim diharapkan semakin dekat dengan masjid dan kegiatan keagamaan. Begitu pula generasi muda Kristen dapat didekatkan dengan gereja dan generasi Hindu dengan pura sesuai dengan keyakinannya.

Menurutnya, pendekatan keagamaan perlu dilakukan sejak dini agar persoalan kenakalan remaja dapat dieliminasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Upaya tersebut tidak bisa hanya mengandalkan tokoh agama. Tokoh masyarakat, orang tua dan lingkungan pergaulan, termasuk teman sebaya, memiliki tanggung jawab yang sama.

"Bagaimana kita saling mengingatkan. Tapi tidak cukup sekadar mengingatkan, perlu ada kesabaran," katanya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ia berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara pendidikan, tetapi juga kuat secara moral, berakhlak dan memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....