Kemarau Melanda Tujuh Wilayah di Kabupaten Dompu
- 10 Agt 2026 13:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Hingga 10 Agustus 2026, kekeringan tercatat telah melanda tujuh desa dan kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Dompu terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Di saat yang sama, pemerintah daerah mengupayakan penanganan jangka panjang melalui pembangunan sumur bor di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dompu, Wan Muhtajun, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air akibat berkurangnya sumber air selama musim kemarau.
Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Woja, Pajo dan Dompu. Di Kecamatan Woja, kekeringan terjadi di Desa Baka Jaya, Desa Nowa dan Kelurahan Kandai Dua.
Sementara di Kecamatan Pajo, wilayah terdampak meliputi Desa Ranggo dan Desa Temba Lae. Sedangkan di Kecamatan Dompu, kekeringan terjadi di Dusun Karaku, Desa Mangge Nae yang berbatasan dengan Kabupaten Bima, serta Desa Mbawi.
“Distribusi air bersih terus kita lakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air akibat berkurangnya sumber air,” katanya, Senin, 1 Agustus 2026.
Selain penanganan darurat, BPBD Kabupaten Dompu juga telah mengusulkan program pemboran air dalam kepada pemerintah pusat. Program tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat di wilayah yang setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan.
Menurut Wan Muhtajun, pembangunan sumur bor diperlukan agar masyarakat memiliki sumber air yang lebih permanen dan tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi air bersih saat musim kemarau.
Langkah antisipasi telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Dompu sejak Juni 2026. Pemerintah daerah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan melalui Keputusan Bupati Dompu Nomor 100.3.3.2/129/BPBD/2026 tanggal 23 Juni 2026.
Penetapan status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan, termasuk pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak serta pelaksanaan berbagai langkah mitigasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat musim kemarau tahun ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi memperpanjang periode kering dan meningkatkan risiko krisis air bersih.
Pemerintah Kabupaten Dompu memastikan penanganan akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air. Selain bantuan darurat, pembangunan infrastruktur sumber air menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap distribusi air bersih setiap musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....