Ekonomi NTB Tumbuh 7,41 Persen pada Triwulan II 2026, Pengangguran Turun Jadi 2,98%

  • 05 Agt 2026 15:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,41 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Triwulan II 2026. Di saat yang sama, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 2,98 persen pada Mei 2026.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengatakan perekonomian NTB pada Triwulan II 2026 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp53,91 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp29,89 triliun.

"Secara tahunan, ekonomi NTB pada Triwulan II 2026 tumbuh 7,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha berasal dari sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh 30,57 persen, sementara dari sisi pengeluaran didorong oleh ekspor barang dan jasa yang meningkat 49,42 persen," ujar Wahyudin, Rabu 5 Agustus 2026.

Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi NTB juga masih mencatat pertumbuhan sebesar 0,72 persen dibandingkan Triwulan I 2026. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 11,42 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 3,81 persen.

Sementara itu, secara kumulatif Semester I 2026 terhadap Semester I 2025, ekonomi NTB tumbuh 10,42 persen. Pertumbuhan tersebut masih ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian yang meningkat 31,18 persen, serta kinerja ekspor barang dan jasa yang melonjak 68,17 persen.

Di sektor ketenagakerjaan, BPS mencatat jumlah angkatan kerja di NTB pada Mei 2026 mencapai 3,24 juta orang, meningkat sekitar 5,56 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Jumlah penduduk yang bekerja juga naik menjadi 3,14 juta orang atau bertambah 5,65 ribu orang.

Menurut Wahyudin, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di NTB dengan jumlah pekerja mencapai 1,07 juta orang atau sekitar 33,95 persen dari total penduduk bekerja.

"Meskipun jumlah pekerja meningkat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun 0,20 persen poin dibandingkan Februari 2026. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka turun tipis menjadi 2,98 persen, atau berkurang 0,01 persen poin," jelasnya.

BPS juga mencatat sebanyak 918,44 ribu orang atau 29,20 persen tenaga kerja bekerja di sektor formal. Angka tersebut turun 0,31 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Selain itu, persentase pekerja setengah pengangguran mengalami kenaikan 1,99 persen poin, sedangkan persentase pekerja paruh waktu turun 6,09 persen poin. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan struktur pasar tenaga kerja yang masih perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kesempatan kerja di NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....