BBPOM Mataram Perkuat Keamanan Pangan Program MBG Lombok Barat

  • 05 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Barat tak hanya dituntut mampu menyajikan makanan bergizi. Aspek keamanan pangan kini menjadi perhatian serius agar makanan yang diterima masyarakat benar-benar aman dikonsumsi dan memberi manfaat bagi kesehatan.

Langkah tersebut diperkuat Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram dengan menyiapkan kader sekolah dan kader Posyandu sebagai agen perubahan keamanan pangan di tengah masyarakat.

Upaya itu diwujudkan melalui Training of Trainers (ToT) Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan bagi Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari advokasi Program Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan bagi penerima manfaat MBG yang sebelumnya dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan sejumlah pemangku kepentingan pada 30 Juli 2026.

Kepala BBPOM di Mataram menegaskan, keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat. Keamanan pangan harus menjadi bagian penting dalam seluruh rangkaian penyelenggaraan program.

“Keamanan pangan harus diterapkan sejak bahan baku diterima, kemudian proses penyimpanan, pengolahan, penyajian hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat,” ujarnya. Rabu 5 Agustus 2026.

Karena itu, kader yang mengikuti pelatihan tidak diposisikan sekadar sebagai peserta. Mereka dipersiapkan menjadi penggerak edukasi yang mampu menularkan pengetahuan dan membangun kebiasaan keamanan pangan di sekolah serta lingkungan Posyandu.

ToT tersebut diikuti 26 peserta, terdiri atas 18 kader sekolah dari sembilan sekolah dan delapan kader Posyandu yang berasal dari empat desa di Lombok Barat.

Para kader tersebut diproyeksikan menjangkau 2.280 penerima manfaat melalui kegiatan edukasi. Sasaran itu mencakup 1.800 siswa serta 480 ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang memiliki balita.

Kepala BBPOM di Mataram mengatakan, pembentukan agen perubahan menjadi bagian penting untuk memastikan pesan keamanan pangan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi sekaligus menggerakkan masyarakat untuk membudayakan keamanan pangan di lingkungan sekolah dan Posyandu,” katanya menegaskan.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan tugas edukasi di lapangan. Materi tersebut antara lain Pedoman Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Sekolah, Pedoman KIE Posyandu, serta 5 Langkah PASTI Keamanan Pangan.

Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai Informasi dan Edukasi (ING), praktik penggunaan aplikasi BPOM Mobile, panduan penerimaan Program Makan Bergizi Gratis serta tata kelola kejadian luar biasa (KLB) keamanan pangan.

Rangkaian materi tersebut dirancang agar kader memiliki kemampuan praktis ketika melakukan edukasi kepada siswa, ibu hamil, ibu menyusui maupun ibu balita.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi pembelajaran, berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai persoalan keamanan pangan yang ditemui di lingkungan masing-masing.

BBPOM di Mataram berharap pembekalan tersebut menjadi fondasi bagi terbentuknya budaya keamanan pangan yang tidak bersifat sesaat. Konsistensi kader dalam menyampaikan edukasi dinilai penting agar penerapan keamanan pangan terus berjalan di sekolah maupun Posyandu.

“Dengan keterlibatan para kader sebagai agen perubahan, kami berharap budaya keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Penguatan keamanan pangan melalui kader sekolah dan Posyandu sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan MBG membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Program tersebut tidak hanya berbicara tentang tersedianya makanan bergizi, tetapi juga memastikan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat memenuhi prinsip keamanan pangan.

Dengan sasaran edukasi mencapai 2.280 orang, BBPOM di Mataram menempatkan kader sebagai mata rantai penting untuk memperluas pemahaman keamanan pangan hingga tingkat masyarakat.

Program MBG pun diharapkan berjalan dengan standar yang semakin kuat, dari proses penerimaan bahan makanan hingga makanan berada di tangan penerima manfaat.

“Keamanan pangan harus menjadi budaya bersama agar tujuan Program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai secara optimal,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....