Irigasi Perpompaan Diperluas, Distan Lombok Barat Siapkan 13 Titik Baru

  • 04 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Program irigasi perpompaan di Kabupaten Lombok Barat kembali mendapat ruang perluasan setelah pemerintah pusat menilai progres pelaksanaannya menunjukkan capaian yang relatif baik.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat, H. Lalu Muhammad Hakam, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya memperoleh alokasi awal sebanyak 30 titik untuk pembangunan irigasi perpompaan pada tahun berjalan.

Namun, perkembangan positif tersebut membuka peluang bagi Lombok Barat untuk mengusulkan tambahan titik di luar kuota awal. Pemerintah pusat, menurut Hakam, memberikan keleluasaan kepada daerah untuk mengajukan titik baru selama seluruh persyaratan yang ditetapkan dapat dipenuhi.

“Alhamdulillah, dalam tahun berjalan dari alokasi awal kita floting 30 titik untuk irigasi perpompaan,” ujar Hakam.

Ia menjelaskan, tambahan usulan tersebut tidak dibatasi dengan kuota tertentu. Artinya, daerah dapat mengusulkan sebanyak mungkin titik selama lokasi yang diajukan memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

“Pemerintah pusat melihat progres capaian kita di Lombok Barat relatif bagus, sehingga diberikan ruang kembali untuk mengusulkan tambahan,” katanya menegaskan.

Hakam menyebut, hingga perkembangan terbaru, sudah terdapat 13 titik yang dinilai memenuhi persyaratan dan mulai bergerak ke tahap pemberkasan. Proses tersebut menjadi bagian penting sebelum program dapat berlanjut ke tahapan berikutnya.

“Data realnya saat ini sudah ada 13 titik yang sudah memenuhi syarat dan sudah beranjak ke tahap pemberkasan,” ucapnya.

Meski 13 titik telah masuk proses pemberkasan, Dinas Pertanian Lombok Barat tidak berhenti pada capaian tersebut. Pemerintah daerah masih mendorong agar titik-titik lain yang berpotensi memenuhi persyaratan dapat segera difasilitasi dan diusulkan.

Dengan demikian, peluang penambahan program irigasi perpompaan di Lombok Barat masih terbuka. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperluas dukungan infrastruktur pengairan bagi sektor pertanian, khususnya pada wilayah yang membutuhkan sumber air untuk menunjang aktivitas budidaya.

Hakam menegaskan, dari alokasi awal 30 titik, sebanyak 13 titik telah masuk gelombang kedua dan kini bergerak menuju proses pemberkasan.

“Untuk tahun ini sudah pasti, dari 30 alokasi awal sudah ada 13 di gelombang kedua, di tahap kedua yang sudah menuju pemberkasan,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....