Kasus TB Tembus Seribu, Lombok Barat Perkuat Tracing hingga Desa
- 04 Agt 2026 07:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memperkuat langkah pemberantasan Tuberkulosis (TB) melalui pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026. Program yang dipusatkan di Kantor Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Senin 3 Agustus 2026, menjadi bagian dari strategi memperluas deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Camat Gerung, Kepala Desa Taman Ayu, serta jajaran tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menegaskan bahwa Tuberkulosis hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penggabungan program tracing TB dengan Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah strategis agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih luas, tidak hanya untuk mendeteksi TB, tetapi juga berbagai penyakit lainnya.
"Program Cek Kesehatan Gratis harus dimanfaatkan masyarakat sebagai upaya mendeteksi penyakit sejak dini sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.
Ia menilai keberhasilan pengendalian TB tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.
"Penanganan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor agar hasilnya lebih maksimal," katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat mengungkapkan penguatan program tracing kini didukung fasilitas baru berupa dua unit X-ray portable yang diberikan pemerintah pusat sebagai tindak lanjut kunjungan Wakil Menteri Kesehatan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keberadaan alat tersebut akan mempercepat proses skrining di lapangan karena pelayanan pemeriksaan rontgen dapat dilakukan langsung di desa tanpa harus membawa masyarakat ke rumah sakit.
"Alat X-ray portable ini akan mempermudah proses skrining sehingga penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan lebih efektif," ucapnya.
Ia menjelaskan, metode tracing dilakukan secara terarah dengan menelusuri orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB yang telah terkonfirmasi positif. Pemeriksaan difokuskan kepada anggota keluarga maupun individu yang memiliki riwayat interaksi intensif dengan pasien sehingga proses pencarian kasus lebih tepat sasaran.
Data hingga Juni 2026 menunjukkan jumlah kasus TB yang berhasil ditemukan di Kabupaten Lombok Barat telah mencapai sekitar 1.000 kasus. Dari setiap kasus tersebut, petugas kesehatan terus melakukan pelacakan terhadap keluarga maupun kontak erat sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan.
Menurutnya, capaian tracing kontak hingga pertengahan tahun telah melampaui angka 30 persen dan terus bergerak menuju target nasional sebesar 40 persen. Optimisme tersebut didukung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di berbagai wilayah serta rencana pelayanan terpadu bersama seluruh puskesmas di setiap kecamatan.
Program yang diluncurkan di Desa Taman Ayu juga menjadi awal dari rangkaian pelayanan serupa di sekitar 155 titik yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran layanan bergerak menggunakan X-ray portable di desa-desa diharapkan mampu mempercepat deteksi kasus baru sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh akses pemeriksaan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Apabila hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan Tuberkulosis, masyarakat akan langsung diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Hj. Erni Suryana memastikan ketersediaan sarana, tenaga kesehatan, maupun obat-obatan saat ini telah mencukupi untuk mendukung pelayanan. Namun demikian, ia mengakui tantangan terbesar justru masih terletak pada rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Karena itu, masyarakat didorong untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah deteksi dini, baik terhadap Tuberkulosis maupun penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung. Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko komplikasi dan beban pembiayaan kesehatan.
"Mari manfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang telah disediakan pemerintah agar penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat. Kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengendalian TB di Lombok Barat," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....