Pemprov NTB Perkuat SDM lewat Program Magang ke Jepang 2026

  • 04 Agt 2026 07:03 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan program magang ke Jepang bertujuan mencetak SDM berdaya saing global, bukan sekadar mencari penghasilan.
  • Sebanyak 46 peserta terpilih mengikuti pelatihan tahap pertama sebelum menjalani Pelatnas di Bekasi dan diberangkatkan ke Jepang.

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan program pemagangan ke Jepang harus menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global, bukan sekadar kesempatan bekerja dan memperoleh penghasilan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Tahap I Pra Pemberangkatan Peserta Praktik Kerja ke Jepang Angkatan 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB, Senin 3 Agustus 2026.

Menurut Iqbal, peserta harus memanfaatkan masa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, keterampilan, kondisi fisik, serta membangun disiplin sebagai modal utama bekerja di Jepang. "Mulai hari ini harus ada kemajuan. Kemajuan dalam fisik, kemampuan bahasa, keterampilan, dan terutama disiplin. Jangan pernah merasa puas dengan capaian yang ada," kata Iqbal.

Ia menilai nilai terbesar dari program tersebut bukan terletak pada besarnya pendapatan yang diperoleh selama bekerja di Jepang, melainkan budaya kerja yang mengedepankan disiplin, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan.

Menurutnya, budaya kerja itu harus dibawa pulang dan diterapkan di NTB sehingga memberikan dampak bagi peningkatan produktivitas masyarakat dan pembangunan daerah.

Iqbal juga mengingatkan peserta agar mengelola penghasilan secara produktif. Uang yang diperoleh selama bekerja di Jepang, kata dia, sebaiknya digunakan untuk membangun aset seperti rumah, tanah, atau usaha, bukan dihabiskan untuk konsumsi sesaat.

"Setiap yen yang diperoleh harus dipandang sebagai investasi masa depan. Gunakan untuk sesuatu yang produktif sehingga ketika kembali ke tanah air, kondisi ekonomi keluarga sudah jauh lebih baik," ujarnya.

Selain itu, para peserta diharapkan mampu menjadi duta NTB selama berada di Jepang dengan menunjukkan sikap profesional, menjaga etika, serta membawa nama baik daerah dan Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan mengatakan peserta yang mengikuti pelatihan telah melalui proses seleksi berlapis, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes matematika, tes fisik, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.

"Dari ribuan pendaftar, hanya 46 orang yang dinyatakan lolos mengikuti pelatihan tahap pertama," katanya.

Pelatihan tersebut meliputi pembelajaran dasar bahasa Jepang, pengenalan budaya kerja, pembinaan fisik dan mental, serta pembentukan disiplin kerja. Setelah menyelesaikan tahap pertama, peserta akan mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) di Bekasi sebelum diberangkatkan ke Jepang pada akhir 2026 atau awal 2027.

Pemerintah Provinsi NTB menjadikan program pemagangan ke Jepang sebagai salah satu strategi meningkatkan kualitas tenaga kerja. Pemerintah berharap para peserta tidak hanya sukses bekerja di luar negeri, tetapi juga kembali dengan pengalaman, keterampilan, dan budaya kerja yang dapat mendukung pembangunan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....