PLN Pastikan PLTP Mataloko Siap Masuki Tahap Pengeboran
- 30 Jul 2026 17:12 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memastikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko berkapasitas 2x10 megawatt di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, telah memasuki fase krusial menjelang pelaksanaan pengeboran atau drilling.
Kepastian tersebut disampaikan setelah General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, bersama Vice President Panas Bumi PLN, Maternikus Tigor Marolop Situmorang, meninjau langsung progres pembangunan proyek pada Jumat, 24 Juli 2026. Peninjauan dilakukan terhadap sejumlah infrastruktur utama seperti wellpad, akses jalan, sistem penyediaan air, hingga lokasi manifestasi panas bumi.
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan kunjungan lapangan bertujuan memastikan seluruh aspek teknis maupun pendukung telah memenuhi standar sebelum pengeboran dimulai.
"Kami ingin memastikan seluruh kesiapan proyek, mulai dari infrastruktur pendukung, aspek teknis, hingga pengelolaan lingkungan, telah memenuhi standar sehingga tahapan drilling dapat dilaksanakan secara aman, efektif, dan sesuai rencana," ujarnya.
Selain mengecek kesiapan lokasi pengeboran, manajemen PLN turut mengevaluasi sistem penyediaan air yang akan digunakan selama proses drilling. Saat ini PLN masih menunggu keputusan dari KfW sebagai lembaga pendanaan terkait skema pemanfaatan air untuk mendukung kegiatan tersebut.
Menurut Manurung, PLTP Mataloko merupakan salah satu proyek strategis yang akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Pulau Flores sekaligus mendukung target transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi baru terbarukan.
PLN juga memastikan pengembangan proyek dilakukan dengan mengedepankan aspek lingkungan. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, antara lain pemasangan Automatic Water Level Logger (AWLR), pelibatan masyarakat dalam kegiatan pemantauan, menjaga aliran ekologis sungai, hingga membuka ruang dialog dan pengaduan masyarakat.
"Setiap tahapan kami laksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial secara seimbang," kata Manurung.
Sebelum melakukan peninjauan ke Mataloko, jajaran PLN mengikuti Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores dan Lembata di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere, Kamis, 23 Juli 2026, sebagai bagian dari penguatan komunikasi dengan berbagai pihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....