Bupati Dompu Dukung Perjuangan Gelar Pahlawan Sultan Manuru Kupa

  • 29 Jul 2026 13:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Elemen masyarakat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali menghidupkan perjuangan mengusulkan Sultan Muhammad Sirajuddin, atau yang lebih dikenal dengan gelar Sultan Manuru Kupa, sebagai Pahlawan Nasional.

Perjuangan yang telah dimulai sejak tahun 2010 itu hingga kini terus dilakukan, meski belum membuahkan hasil.

Upaya terbaru ditunjukkan pada Selasa, 28 Juli 2026, saat para pegiat budaya dan tim pejuang gelar pahlawan bagi Sultan Dompu ke-20 tersebut melakukan audiensi dengan Bupati Dompu, Bambang Firdaus.

Salah seorang pejuang pengusulan gelar pahlawan, Dedy Arsyik, mengatakan pertemuan berlangsung penuh keakraban dan mendapat sambutan hangat dari Bupati Dompu.

"Sambutan beliau luar biasa antusias dan penuh semangat," ujarnya, Rabu, 29 UK 2026.

Dalam pertemuan tersebut, tim menyampaikan sejumlah agenda penting, di antaranya laporan hasil kerja kelompok kerja (Pokja) terkait usulan Sultan Muhammad Sirajuddin menuju pengakuan sebagai Pahlawan Nasional, menggagas kembali pembangunan Museum Dompu, serta menyampaikan berbagai persoalan strategis terkait perlindungan situs sejarah dan budaya masyarakat Dompu.

Menurut Dedy, Bupati Dompu tidak hanya memberikan dukungan secara lisan, tetapi juga menawarkan langkah-langkah strategis agar agenda kebudayaan tersebut segera diwujudkan.

"Ando cou wali di ma urus na kalau wati si ndai (Siapa lagi yang mengurus kalau Buoan kita)," ungkap Dedy mengutip pernyataan Bupati yang menurutnya menjadi penyemangat bagi para pejuang budaya.

Ia menilai antusiasme Bupati mencerminkan komitmen nyata dalam mewujudkan visi Dompu Berbudaya, sekaligus menjadi harapan baru bagi perjuangan mengangkat tokoh sejarah Dompu ke tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Yani Hartono, menjelaskan bahwa usulan tersebut saat ini masih berada pada tahap inisiatif masyarakat.

"Kalau sudah secara resmi diajukan ke pemerintah daerah, maka pemerintah daerah akan menindaklanjutinya dengan membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD)," katanya.

Menurut Yani, TP2GD nantinya bertugas melakukan verifikasi, pengkajian, dan penelitian terhadap seluruh persyaratan pengusulan gelar Pahlawan Nasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila seluruh persyaratan dinyatakan memenuhi syarat, usulan tersebut akan diteruskan ke pemerintah pusat melalui tahapan yang telah ditetapkan.

Sultan Muhammad Sirajuddin merupakan Sultan Dompu ke-20 yang dikenal memiliki sikap tegas dalam menentang penjajahan Belanda.

Akibat perlawanannya, ia diturunkan secara paksa dari takhta dan dijadikan tahanan politik oleh pemerintah kolonial Belanda pada 11 September 1934.

Ia kemudian diasingkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dari peristiwa itulah masyarakat memberikan gelar Sultan Manuru Kupa, yang berarti Sultan yang diasingkan ke Kupang.

Sultan Muhammad Sirajuddin wafat di Kampung Air Mata, Kupang, pada 14 Februari 1937, dalam usia 89 tahun. Jenazahnya semula dimakamkan di pekuburan Islam Batu Kadera, Kupang.

Setelah puluhan tahun berada di tanah pengasingan, pada Januari 2002 kerangka jenazah beliau dipulangkan ke Dompu pada masa pemerintahan Bupati H. Abubakar Ahmad dan dimakamkan kembali di kompleks Masjid Agung Baiturrahman Dompu.

Di tengah masyarakat Dompu juga berkembang berbagai kisah heroik tentang keteguhan Sultan Muhammad Sirajuddin dalam menghadapi kolonial Belanda. Salah satu cerita yang terus diwariskan secara lisan menyebutkan bahwa ketika pemerintah kolonial meminta sebidang tanah untuk membangun markas, sang sultan hanya memberikan tanah seukuran yang dapat ditampung dalam sebuah tempurung kelapa, sebagai simbol penolakan halus terhadap upaya penguasaan wilayah Dompu.

Bagi masyarakat Dompu, kisah-kisah tersebut menjadi bagian dari warisan sejarah yang memperkuat keyakinan bahwa Sultan Manuru Kupa layak memperoleh pengakuan sebagai Pahlawan Nasional atas jasa dan pengorbanannya dalam melawan penjajahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....