Maraknya Kafe dan Rumah Makan Angkat Penerimaan Pajak Mataram

  • 28 Jul 2026 20:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram-Realisasi pajak restoran Kota Mataram pada semester I 2026 melampaui target, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengintensifkan pengawasan dan pendataan rumah makan, kafe, restoran, serta usaha kuliner baru.

Kepala Bidang Pelayanan, Penagihan, dan Penyuluhan BKD Kota Mataram Ahmad Amrin mengatakan hingga akhir semester pertama 2026, realisasi pajak restoran telah mencapai Rp20,82 miliar atau 56,6 persen dari target tahunan sebesar Rp44 miliar.

"Capaian tersebut sudah melampaui target semester pertama yang seharusnya berada di angka 50 persen. Karena itu, kemungkinan target akan dievaluasi dalam pembahasan APBD Perubahan 2026, meski saat ini masih dalam tahap kajian," ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.

Menurut Amrin, tingginya penerimaan pajak restoran tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan sektor kuliner di Kota Mataram. Maraknya pembukaan rumah makan, kafe, restoran, hingga pusat kuliner baru menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin gemar makan di luar rumah sambil menikmati hiburan turut mendorong peningkatan transaksi usaha kuliner.

"Kami ingin memastikan seluruh potensi pajak daerah dapat tergarap secara optimal," katanya.

BKD juga terus melakukan pengawasan, uji petik, dan pendataan terhadap pelaku usaha baru agar seluruh objek pajak dapat terdata sejak awal. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga tren positif penerimaan pajak restoran yang selama beberapa tahun terakhir selalu mampu melampaui target dan menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD Kota Mataram.

Amrin menambahkan, karakter pajak restoran berbeda dengan pajak hotel yang sangat bergantung pada tingkat okupansi wisatawan. Hingga semester pertama 2026, realisasi pajak hotel baru mencapai Rp10,6 miliar atau 44,1 persen dari target Rp24 miliar.

"Pajak restoran lebih stabil karena bersumber dari setiap transaksi masyarakat, termasuk warga lokal. Itulah sebabnya sektor kuliner menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah yang terus kami optimalkan," ujar Amirin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....