Lima SD di Dompu Teken PKS Revitalisasi Sekolah Tahun 2026
- 28 Jul 2026 21:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan mulai bergulir di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak lima Sekolah Dasar (SD) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tahap awal pelaksanaan revitalisasi sekolah pada tahun 2026.
Revitalisasi sekolah merupakan program pemerintah yang bertujuan memperbaiki, membangun kembali, dan melengkapi fasilitas pendidikan agar sekolah menjadi tempat belajar yang layak, aman, dan nyaman.
Program ini difokuskan pada rehabilitasi ruang kelas rusak, pembangunan toilet yang bersih, serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, Rifaid, mengatakan Kabupaten Dompu mendapat alokasi revitalisasi untuk 10 sekolah pada tahun 2026. Namun, pada tahap awal, Kementerian Pendidikan baru merealisasikan lima sekolah yang telah menandatangani PKS.
"Saat ini lima SD sudah menandatangani PKS. Sebelumnya, juga telah ada 10 sekolah yang lebih dahulu menandatangani PKS dan mulai melaksanakan pembangunan, terdiri dari empat SD dan enam SMP," ujar Rifaid, Selasa, 28 Juli 2026.
Meski demikian, hingga kini belum ada satu pun proyek revitalisasi yang selesai dikerjakan. Sebagian sekolah masih mengikuti tahapan Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai persiapan sebelum penandatanganan PKS dengan pihak kementerian.
Dalam waktu dekat, lima SD lainnya dijadwalkan mengikuti Bimtek sebelum menandatangani PKS sehingga pelaksanaan revitalisasi dapat segera dimulai.
Rifaid menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 83 satuan pendidikan di Kabupaten Dompu yang telah dinyatakan lolos verifikasi untuk memperoleh program revitalisasi sekolah tahun 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 11 lembaga TK/PAUD, 52 Sekolah Dasar (SD), dan 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, dimulai dari Bimtek, penandatanganan PKS, hingga pencairan dana bantuan.
"Setelah PKS ditandatangani, dana bantuan akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah. Selanjutnya sekolah melaksanakan pembangunan sesuai ruang lingkup pekerjaan yang telah disepakati," katanya.
Selain SD dan SMP, program revitalisasi juga menyasar enam lembaga pendidikan anak usia dini, yakni TK Aisyiyah Lepadi Kecamatan Pajo, KB Ash Shobri Sorisakolo Kecamatan Dompu, KB Cahaya Mbawi Kecamatan Dompu, KB Annur Dzat Anamina Kecamatan Manggelewa, KB Nurhidayah Riwo Kecamatan Woja, serta TK Negeri Pembina Kabupaten Dompu.
Menurut Rifaid, besaran anggaran revitalisasi ditetapkan langsung oleh Kementerian Pendidikan berdasarkan hasil verifikasi terhadap tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Untuk jenjang SD dan SMP, pagu anggaran rata-rata mencapai lebih dari Rp1 miliar per sekolah. Namun, nilai bantuan yang diterima setiap sekolah berbeda karena disesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan riil hasil verifikasi di lapangan.
Dana bantuan tersebut akan dikelola secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan unsur guru, komite sekolah, dan masyarakat.
Program revitalisasi mencakup rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas, laboratorium, toilet, serta berbagai sarana dan prasarana pendidikan lainnya yang dinilai mendesak untuk diperbaiki.
Pemerintah Kabupaten Dompu berharap program revitalisasi ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan belajar, menciptakan sekolah yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah. Dengan pelaksanaan bertahap, diharapkan seluruh sekolah yang telah lolos verifikasi dapat segera memperoleh giliran revitalisasi sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....