Kekeringan Melanda, Pemprov NTB Salurkan 15.000 Liter Air Bersih di Selatan Lombok
- 27 Jul 2026 18:49 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi NTB menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada warga Dusun Batu Samban, Desa Mangkung, Lombok Tengah yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan selama dua bulan terakhir.
- Warga berharap pemerintah membangun sumur bor baru sebagai solusi permanen, sementara Pemprov NTB menyiagakan 13 mobil tangki untuk melayani daerah terdampak kekeringan sesuai permintaan.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mendistribusikan 15.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Batu Samban, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Senin, 27 Juli 2026. Bantuan itu disalurkan setelah ratusan kepala keluarga mengalami krisis air bersih akibat sumur-sumur warga mengering selama musim kemarau.
Penyaluran air bersih dilakukan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai meninjau pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui Program Desa Berdaya Transformatif.
Warga Dusun Batu Samban, Lalu Syafri, mengatakan kekeringan mulai dirasakan sejak Juni 2026. Hampir seluruh sumur milik warga tidak lagi mengeluarkan air sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.
"Sudah sekitar dua bulan kami mengalami kekeringan. Kami bersyukur Pak Gubernur datang dan menyalurkan air bersih," kata Syafri.
Menurut dia, selama ini warga mengandalkan satu sumur bor yang berada di lingkungan masjid. Air dari sumur tersebut digunakan secara bergiliran oleh puluhan kepala keluarga untuk kebutuhan memasak dan air minum.
"Ada sumur bor milik masjid. Masyarakat antre bergiliran mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Kondisi serupa dialami Ugi, warga Desa Mangkung. Ia berharap pemerintah membangun sumur bor baru sebagai solusi jangka panjang karena persoalan kekeringan terus berulang hampir setiap musim kemarau.
"Kalau bisa pemerintah membangun sumur bor baru. Hampir setiap tahun kami mengalami kesulitan air bersih," katanya.
Akibat sumur rumah mengering, warga terpaksa memanfaatkan aliran sungai yang debit airnya juga mulai menyusut untuk mandi dan mencuci pakaian.
"Kami mandi dan mencuci di sungai. Sekarang air sungainya juga sudah mulai kering," ujar Ugi.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) NTB Ahmad Masyhuri mengatakan pemerintah provinsi menyiagakan tiga mobil tangki air bersih untuk membantu wilayah yang mengalami kekeringan. Selain itu, setiap pemerintah kabupaten/kota juga memiliki sedikitnya satu unit mobil tangki.
"Kami siap mendistribusikan air bersih setiap kali ada permintaan dari masyarakat maupun pemerintah daerah," kata Masyhuri.
Ia menjelaskan penanganan awal kekeringan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. Apabila kebutuhan air bersih tidak dapat dipenuhi di daerah, Pemerintah Provinsi NTB akan memberikan dukungan melalui distribusi air bersih.
"Sampai hari ini belum banyak permintaan yang masuk. Begitu ada laporan, kami langsung menurunkan armada. Selain pemerintah provinsi, distribusi juga dilakukan oleh pemerintah daerah, kepolisian, dan berbagai pihak lainnya," ujarnya.
Secara keseluruhan terdapat 13 mobil tangki air milik pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang disiagakan untuk melayani wilayah terdampak kekeringan di NTB.
"Seluruh armada dalam kondisi siap beroperasi. Hari ini kami menyalurkan tiga mobil tangki atau sekitar 15.000 liter air bersih untuk warga terdampak," kata Masyhuri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....