Gubernur Iqbal Jenguk Dua Pasien Hidrosefalus di Lombok Tengah

  • 27 Jul 2026 14:25 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjenguk dua warga pengidap hidrosefalus di Lombok Tengah untuk memastikan mereka terus mendapatkan pendampingan dan layanan kesehatan dari pemerintah.
  • RSUD Provinsi NTB menyatakan pasien bayi pascaoperasi menunjukkan perkembangan positif, sementara pasien dewasa tetap menjalani perawatan dan pemantauan rutin sesuai kondisi medisnya.

‎RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menjenguk dua warga pengidap hidrosefalus di Dusun Kereak, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Senin 27 Juli 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kedua pasien mendapatkan penanganan medis yang berkelanjutan dari pemerintah.

‎Dua pasien yang dikunjungi adalah Nadira Octavany Putri, bayi berusia delapan bulan, dan Ahmad Yani, 40 tahun. Dalam kunjungan tersebut, Iqbal berbincang langsung dengan pasien dan keluarganya. Ia memberi semangat kepada mereka serta memastikan pemerintah tetap mendampingi proses pengobatan.

‎Direktur RSUD Provinsi NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes, mengatakan kedua pasien telah mendapatkan penanganan sesuai kondisi medis masing-masing. Nadira telah menjalani operasi pada Januari lalu.

‎Hasilnya menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Diameter kepala yang sebelumnya mencapai 53 sentimeter kini berkurang menjadi 43 sentimeter setelah tindakan operasi.

‎"Pascaoperasi kondisinya membaik dan sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Saat ini kami fokus memastikan kesehatannya tetap terjaga melalui kontrol rutin," kata Asrul.

‎Ia menjelaskan, tim medis menjadwalkan pemeriksaan satu kali setiap bulan. Keluarga pasien juga telah diberikan nomor kontak petugas kesehatan sehingga dapat segera menghubungi rumah sakit apabila terjadi kondisi darurat.

‎Sementara itu, Ahmad Yani tidak menjalani operasi karena keterbatasan layanan bedah saraf saat penanganan awal dilakukan. Selama ini, terapi difokuskan pada perawatan dan pemberian obat untuk menjaga kondisi kesehatannya.

‎"Pasien ini sudah mengidap hidrosefalus sejak lama hingga usianya sekarang 40 tahun. Saat itu belum tersedia dokter spesialis bedah saraf sehingga penanganannya dilakukan secara konservatif dengan pemberian obat dan pemantauan rutin," ujar Asrul.

‎Ia menegaskan RSUD Provinsi NTB tetap siap memberikan layanan kesehatan bagi kedua pasien. Pemerintah Provinsi NTB juga memastikan pendampingan medis akan terus dilakukan agar kondisi kesehatan mereka tetap terpantau dan memperoleh penanganan yang diperlukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....