Bulog NTB Siap Salurkan Bantuan Beras 30 Kg Tahap II kepada 856 Ribu Penerima
- 27 Jul 2026 09:36 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Perum Bulog NTB akan memulai penyaluran bantuan pangan tahap II pada Agustus 2026 untuk sekitar 856.131 Penerima Bantuan Pangan (PBP)
- Setiap penerima akan mendapatkan 30 kilogram beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September dengan distribusi 10 kilogram per bulan
- Program bantuan pangan ini dirancang untuk membantu masyarakat NTB menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino
RRI.CO.ID, Mataram – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan penyaluran bantuan pangan tahap II tahun 2026 akan dimulai pada Agustus mendatang. Sebanyak sekitar 856.131 Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima bantuan beras sekaligus untuk alokasi Juli, Agustus, dan September, masing-masing 10 kilogram per bulan atau total 30 kilogram.
Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan di tengah ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan seluruh penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari–Maret 2026 telah selesai 100 persen tanpa kendala. Saat ini Bulog tengah mempersiapkan distribusi bantuan tahap kedua.
"Insya Allah pada Agustus ini kami akan menyalurkan bantuan pangan tahap II untuk alokasi Juli, Agustus, dan September. Jadi masyarakat akan menerima bantuan untuk tiga bulan sekaligus," ujar Mara Kamin di Mataram, Senin 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, jumlah penerima bantuan pada tahap kedua tetap sama seperti penyaluran sebelumnya, yakni sekitar 856.131 keluarga penerima manfaat. Namun, berbeda dengan tahap pertama yang disertai bantuan minyak goreng, pada tahap kedua masyarakat hanya akan menerima bantuan beras.
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan, sehingga total bantuan yang diterima sekaligus mencapai 30 kilogram untuk tiga bulan.
Mara menyebut proses distribusi bantuan pangan selama ini berjalan lancar berkat sinergi Bulog dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa."Alhamdulillah tidak ada kendala. Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah daerah agar distribusi bantuan sampai kepada masyarakat penerima dengan baik," katanya.
Menurutnya, bantuan pangan menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah ancaman El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian."Kami berharap bantuan pangan tiga bulan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga penerima bantuan, di tengah ancaman El Nino," ujarnya.
Selain bantuan pangan, Bulog NTB juga terus menggencarkan penyaluran beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, gerai ritel modern, hingga jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Bulog juga membuka peluang bagi pelaku usaha di tingkat desa dan kelurahan untuk bergabung sebagai mitra RPK. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat semakin mudah memperoleh beras SPHP, terutama di wilayah yang tergolong rawan pangan.
Di sisi lain, Bulog memastikan ketersediaan stok pangan di NTB berada dalam kondisi aman. Saat ini Bulog menguasai sekitar 275 ribu ton stok pangan, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.
Pengadaan gabah, beras, dan jagung juga terus dilakukan setiap hari guna menjaga ketahanan stok."Stok pangan kita aman. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun panik. Bulog siap menjaga ketersediaan pangan dan melayani kebutuhan masyarakat, termasuk melalui penyaluran SPHP maupun bantuan pangan," ujarnya.
Mara menambahkan, Bulog NTB tetap memberikan pelayanan selama tujuh hari dalam sepekan serta membuka gerai penjualan di sejumlah titik agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pangan dengan mudah selama musim kemarau berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....