Waspada Dampak Kemarau, Warga Langko Timuq Kompak Gotong Royong Amankan Air Bersih
- 26 Jul 2026 16:05 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Dusun Langko Timuq, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Demi memastikan ketersediaan air bersih bagi 230 kepala keluarga (KK), warga secara swadaya membangun dan memperbaiki jaringan distribusi air yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Warga secara rutin melaksanakan gotong royong untuk menjaga keberlangsungan pasokan air, termasuk pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dusun Langko Timuq, Abdul Majid, yang turut bersama warga memperbaiki embung penampungan air di kawasan hulu.
Abdul Majid mengatakan antusiasme masyarakat sangat tinggi karena mereka menyadari pentingnya menjaga sumber air, terutama menjelang musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Semangat warga sangat luar biasa. Mereka dengan sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk bergotong royong karena air bersih merupakan kebutuhan bersama. Kami harus bersiap menghadapi musim kemarau agar pasokan air tetap tersedia untuk seluruh warga," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap musim kemarau masyarakat selalu dihantui kekhawatiran akibat debit air yang menurun drastis. Kondisi tersebut mendorong warga untuk lebih antisipatif dengan memperbaiki embung penampungan di hulu agar mampu menampung air lebih optimal saat sumber air mulai menyusut.
Menurut Abdul Majid, kerja sama seluruh masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan jaringan air bersih secara swadaya. Tanpa mengandalkan bantuan besar dari luar, warga bahu-membahu menyumbangkan tenaga demi menjaga keberlangsungan layanan air bersih di dusun mereka.
Sementara itu, Koordinator Pengelola PAM Dusun Langko Timuq, Ismail, S.Pd mengatakan masyarakat telah memanfaatkan sumber air yang berasal dari kawasan hutan selama puluhan tahun. Hingga kini, sistem tersebut tetap berjalan berkat kepedulian warga dalam merawat jaringan distribusi.
"Warga hanya dibebani biaya pemeliharaan sebesar Rp10.000 per bulan. Dana itu digunakan untuk perawatan jaringan agar distribusi air tetap lancar dan bisa dinikmati seluruh masyarakat," katanya.
Ismail menambahkan, keberadaan jaringan air bersih yang dikelola secara swadaya menjadi bukti bahwa kebersamaan dan rasa memiliki mampu menjaga fasilitas umum tetap berfungsi dengan baik. Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus diwariskan kepada generasi muda agar pengelolaan air bersih tetap berkelanjutan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Langko Timuq menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Di saat ancaman kekeringan mulai menghampiri, mereka memilih bergandengan tangan, saling membantu, dan bekerja tanpa pamrih demi memastikan setiap rumah tetap memperoleh akses air bersih. Kebersamaan itulah yang menjadi modal utama masyarakat dalam menghadapi tantangan musim kemarau sekaligus menjaga keberlangsungan sumber kehidupan bagi ratusan kepala keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....