Bandara Lombok Perluas Dukungan bagi Konservasi Bahari

  • 24 Jul 2026 13:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Program InJourney Airports Konservasi Bahari. Wujud nyata kepedulian tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta kepada Turtle Conservation Community (TCC) Nipah di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara.

General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Aidhil Philip Julian, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

"Melalui Program InJourney Airports Konservasi Bahari, kami ingin memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian ekosistem pesisir yang menjadi salah satu kekayaan alam Lombok. Kolaborasi dengan TCC Nipah diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi penyu dan terumbu karang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut," kata Aidhil dalam keterangan tertulis, Jumat 24 Juli 2026.

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan konservasi, mulai dari transplantasi terumbu karang, pembangunan tempat penetasan semi alami telur penyu, pengadaan perlengkapan perahu, hingga sarana edukasi bagi masyarakat dan pengunjung.

Aidhil berharap dukungan tersebut tidak hanya memperkuat kegiatan konservasi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Program ini merupakan kelanjutan kerja sama yang telah dimulai sejak Desember 2025. Saat itu, InJourney Airports BIZAM menyerahkan satu unit perahu kepada TCC Nipah untuk mendukung patroli habitat penyu dan aktivitas konservasi di kawasan pesisir.

Sementara itu, Regional CEO Region II PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Wahyudi, mengatakan kapal yang diberikan tidak hanya berfungsi mendukung kegiatan konservasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi.

"Potensi wisata pesisir dan laut di kawasan ini sangat besar. Kapal ini tidak hanya untuk patroli menjaga ekosistem, tetapi juga bisa dimanfaatkan warga untuk mendukung mata pencaharian mereka," ujarnya.

Menurut Wahyudi, Pantai Nipah dipilih sebagai pilot project Program Konservasi Bahari InJourney Airports. Jika program tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, konsep serupa akan diterapkan di kawasan lain di Indonesia.

Melalui program ini, InJourney Airports berharap sinergi antara perusahaan, komunitas, dan para pemangku kepentingan dapat memperkuat pelestarian ekosistem pesisir sekaligus menjaga daya tarik pariwisata Lombok secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....