AMMAN Ubah Wajah Tambang, Teknologi Biodiversitas Jadi Penjaga Alam

  • 24 Jul 2026 07:17 WIB
  •  Mataram

Teknologi Biodiversitas

Ramah Lingkungan, Alam Tersenyum Bahagia, Bumi Tulus Ikhlas Memberi,

Saling Bertukar Manfaat

RRI.CO.ID, Alam (Tambang) sudah memberi adalah jawaban atas segala isi tambang yang diserahkan dengan tulus Ikhlas, kepada Manusia (Perusahaan Tambang), setelah atas kesadaran Nurani dan kesadaran kelestarian Lingkungan yang berkelanjutan, menyusul PT.AMAN. Tbk. menggunakan Teknologi Ramah Lingkungan (Biodiversitas) dalam mengelola Tambang di Batu Hijau Sumbawa hingga perluasan areal di Kawasan Elang menyusul dibangunnya Shmelter sesuai perintah Undang Undang Minerba. Pepatah tambang yang kerap terungkap dalam dunia pertambangan dengan konsep Biodiversitas

“ kami gali hari ini, agar hutan bisa tumbuh besok”. Konsep lainnya menyatakan dalam tulisan “ Green MiningIs not aCost. Its the Only way to stay is Business”. Tambang Hijau Bukan Berbiaya Mahal, melainkan adalah kesinambungan berusaha. Terjemahan umumnya dilengkapi lagi dengan semangat tambang “Teknologi membuat kita kaya. Biodiversitas membuat kita bertahan”. Itulah sebabnya PT.Aman percaya, kekayaan dari dalam bumi, harus dijaga dengan kekayaan ilmu dan teknologi.Agar Sumbawa tetap hijau untuk anak dan cucu.

“Sangat lengkap dan konprehensif tertuang dalam laporan PT.AMMAN Tbk, yang berjudul Saatnya bekerja untuk dari Komitmen ke Aksi Pengelolaan Biodiversitas di AMMAN” serta Laporan Tahunan AMMAN 2025.

Pada laporan ini, tertuang juga Komitmen terhadap Biodiversitas dengan segmentasi dalam empat Bab, Menjunjung tinggi Etika dengan karakter AMMAN menerapkan praktik bisnis yang etis,system tata Kelola yang baik dan transparasni, Bab Dua lebih beroirentasi pada penekanan berkontribusi positif untuk pekerjaan, komunitas dan Masyarakat yang terkait dengan operasi Amman.Pada Bab Tiga Menyangkut Chapteryaitu mengelola dampak dengan hati hati serta berkontribusi pada keanekaragaman hayati dan ekosistem serta bab empat Amman terus mengusahakan penggunaan sumber daya yng efisien di seluruh fase Operasi.

Penggunaan Teknologi Ramah Lingkungan berupa Biodiversitas yang menjadi keharusan setiap Perusahaan Tambang Adalah Kewajiban sesuai Undang Undang Minerba. Pengelolaan Biodiversitas dalam tambang merupakan Ikhtiar atau cara Perusahaan tambang, menjaga melindungi dan memulihkan keanekaragaman hayati di area operasi dan sekitarnya.

”Gali Boleh, tetapi alam dan isinya harus tetap Lestari” ujar Pemerhati Lingkungan yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Dr. Abean dosen pemerhati Lingkungan Universitas Mataram dalam sebuah kesempatan, tidak sembarangan memberikan pernyataan justru berhati hai " Saya belum tahubagaimana persisnya teknologi yang diterapkan .Namun jika sudah diketahui, maka bisa dilakukan diskusi ilmiah yang lebih mendalam. Pastikan Istilah Pengelolaan Lingkungan, apakah Biodiversitas, bioservice atau yang lainnya" kata Dr.Arbean dalam perbincangan melalui WA, minggu lalu.

Penerapan Biodiservitas penting karena tambang membuka lahan besar, jika tidak dikelola dengan baik, maka akan mengganggu habitat satwa. Artinya hewan beserta makhluk lainnya (nyamuk, serangga dan makhluk kecil lainnya ) akan kehilangan rumahnya yang menjadi tempat berkembang biak, tempat berlindung, menghindari serangan predator. Selanjutnya menyebabkan rantai makanan hewan dan sejenisnya menjadi putus dan lebih fatal lagi, jasa ekosistem hilang, dalam perkembangbiakan tumbuh- tumbuhan seperti penyerbukan, penyediaan air bersih bagi manusia hewan dan tumbuhan bakal tercemar, dan masalah lainnya

Teknologi Biodiversitas sangat dibutuhkan bahkan menjadi syarat wajib bagi industry tambang di dunia. Kenapa demikian wajib teknologi ini, karena memang alasan ilmiahnya :

  1. Aturan dan Hukum : UU Minerba, Amdal, PP 78/2010,diwajibkan reklamasi,standar Global ICMM, IFC (Mewajibkan no net Los.Ditegaskan kalau nggak ada data Adalah izin tidak dikeluarkan.
  2. Investor dan Bank : Bank Dunia, ESG Fund, tidak akan pernah mau mendanai Perusahaan Tambang yang merusak Alam. Mereka pasti meminta dashboard data biodiversitas real time.
  3. Pasar Global Pembeli temabag/nikel bakal menngajukan pertanyaan.Apakah ini Green Coper Nggak. Di Kawasan Pasaran Eropa pasti menggunakan CBAM (Pajak Karbon ) sehingga data lingkungan harus valid
  4. Risiko Sosial : Jika Saja masalah krusial ini tidak diperhatikan, misalnya Sungai tercemar, mengakibatkan hutan menjadi rusak, realitas ini menyebabkan Masyarakat melakukan demo, memblokir jalan. Itulah sebabnya Teknologi ini sangat penting guna mendeteksi sejak dini terhadap kemungkinan rusaknya lingkungan. Hal ini dimasudkan sebagai Upaya detekisi dini supaya tidak terjadi konflik.
  5. Efisiensi Biaya : Pembiayaannya terhadap pengelolaan tambang menjadi lebih murah, menvcegah pemaiakaian sensor lo Trp. 50 juta daripada membayar denda plus Ganti rugi Rp.50 milyar karena pancemaran.

Sebagai bahan pemikiran dan Tindakan bahwa Industri Tambang kini menggunakan Teknologi Biodiversitas Adalah dengan penerapan SIM (Sebagai Bukti bahwa Perusahaan Tambang tersebut layak beroperasi karena sangat patuh pada aturan yang berlaku) Plus CCTV ( Sebagai Bukti kepada Publik bahwa Perusahaan tersebut tidak merusak, sangat memperhatikan kelestarian Lingkungan) dan penambahan Blackboxnya ( Kalau ada Masalah dapat dan bisa dilacak penyebabnya dan diperbaiki secepatnya) Perusahaan tambang. Tanpa Teknologi ini perusahaan akan dikenakkan denda, selanjutnya ditolak Investor dan bakal di boikot oleh pasar global, pada akhirnya Pemerintah menutup Perusahaan tersebut. Sebelum hal ini terjadi ternyata PT.AMAN Tbk sudah menjalankan semua itu, sehingga aman dan damai serta lancar dalam berproduksi, tinggal berkompetisi di pasar global.

Atas Dasar penerapan ini, AMMAN pada tahun 2026 memperoleh Penghargaan Proper Hijau.Penghargaan ini mencerminkan komitmen AMMAN dalam pengelolaan Lingkungan yang melampaui kepatuhan (Beyond Complience) serta kontribusi nyata dalam pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat.

Sebagai Perbandingan dan menjadi pengalaman Empirik serta realitas Perusahaan tambang, penerapan konsep tambang di era tahun 2010 dan 2026 ada perbedaan yang prinsip dan mendasar. Pada tahun 2010 sebagai fatka ril menanam pohon seadanya dengan frekwensi foto sekali dalam setahun dan pernah lebih, sedangkan pada tahun 2016, menggunakan drone plus AI dan melakukan sensor selama 24 jam Data masuk Cloud. Selanjutanya dalam laporan 2010, Satwa masih ada dan terjaga. Sedangkan tahun 2026 terbukti 10.000 foto dari camera dalam trap plus AI mengidentifikasi spesies, secara ilmiah dapat terbukti. LAporan ditulis secara manual pada tahun 2010, sementara pada tahun 2026, menerapkan dasbhoard ESG online,mampu dan bisa diakses investor dan Kementerian LHK. Konsep tambang 2010 melakukan reklamasi pada waktu penutupan tambang sedagkan tahun 2026 dilakukan reklamasi progresif dan Lahan pas galian langsung ditanami dengan tumbuhan sesuai kebutuhan alam.

Alur penggunaan Biodiversitas dari pra Tambang sampai dengan Pasca Tambang, diawali dengan :

FASE I: Pra Tambang /Ekslporasi dengan tujuan, mengenali dahulu isi beserta kandungannya,lalu menghindari jika menghadapi dampak yang lebih besar dan manfaat yang kecil. Contoh pembagian segmentasi dalam Fase Satu.

1.Baseline Bidioversitas : Dalam hal ini Menggunakan Teknologi Drone Citra satelit, GIS, Sruvery Lapangann dan eDNA maka oput yang diperoleh Adalah Peta yang memberitahukan tentang tata letak hutan, kemudian habitat rusa dll serta posisi terumbu karang di sekitar pesisir Pantai terdata dengan baik.

2. Identifikasi spesies dilindungi ; teknologi yang digunakan dalam operasionalnya menggunakan trap, aplikasi naturalist, dan konsultasi BKSDA, maka outputnya Diperoleh Daftar Flora Fauna yang dilindungi dan memperoleh zona kritis yang menjadi perhatian prioritas dan Solusi terdepan.

3. Perencanaan.pada tahapan ini teknologinya menggunakan GIS plus AI modelling, maka outputnya desain pit dan jalan dialihkan guna menghindari supaya tidak mengganggu habitat kritis. Prinsipnya menghindari.

Fase II Adalah Tahap Konstruksi dan Operasi

Pada fase ini Adalah bertujuan meminimalkan terjadinya gangguan selama menambang dengan konsep :

  1. Monitoring Real Time, teknolgnya yang dipakei loT Sensor air, Dust monitor, Noise Sensor yang oputnya munculnya alarm kalau Sungai tercemar atau deu melebihi baku mutu.
  2. Perlindungan Satwa teknologi menggunakan camera trap plus AI,GPS Collar, Tim Rescue dengan output Adalah data pergerakan Satwa. Kalau ada Satwa masuk langsung dievakuasi.
  3. Pengendalian Dampak, menerapkan teknologi drone guna ptaroli, Sediment pond Dust Suppresion, Ouputnya Adalah mencegah lumpur dan debu masuk hutan dan atau laut .
  4. Edukasi : teknologi yang digunakanadalah aplikasi Pelaporan, CCTV. Outputnya karyawan dilarang berbuburu/ menebang, Ada terdapat system lapor pelanggaran
    Fase III adalah : Pasca Tambang/Reklamasi dan Penutupan Tambang dengan tujuan mengembalikan/Bahkan membuat lebih baik dari awal. Prinsipnya Adalah memulihkan dan kompensasi. Dalam kontek ini mencakup :
  5. Reklamasi. Teknologi yang dipakai Nursery Digital, Drone penebar bibit dan sensor tanah dengan outputmennanam Kembali dengan menggunakan atau memakai bibit local, dengan secara terus menerus memantau Tingkat hidup dan perkembangannya.
  6. Restorasi Habitat. Tenologinya pembuatanDanau Pit, Penanaman Mangrove dan koridor satwa. OutputnyaMembentuk ekosistem baru, Menargetkan Satwa mau balik lagi guna berkembang biak.
  7. Monitoring jangka Panjang menerapkan teknologi Camera trap, Drone, survey, Biodiversitas tiap tahun selama 5 sampai 10 tahun. Outputnya Pembuktian , terlihatnya burung dan Rusa dapat Kembali dengan baik, dan Vegetasi sudah mencapai 80 persen dan ditutup.Ini sebagai contoh sebagian kecil dari kegiatan AMMAN yang besar dan luas.
  8. Pelaporan ESG. Teknologinya dashboard ESG, Sofware GRI. Maka Outpunya mencakup laporan kepada Pemerintah dan Investor dengn an tagrte net psoitif , impact tercapai.
    Pada konsep ini ternyata AMAN sudah merencanakan dengan baik, semenjak Pra survey, Operasi hingga pasca. Sebagai bukti pada pra Survei Basline, menemukan habitat Penyu. Sebagai contoh kecil saja. Selanjutnya membuat konsep konfrehensif tentang program konservasi, Pada tahapan Operasi, menggunakan sedimen pond plus monitoring air laut, biar terumbu karang menjadi aman. Dan pada Pasca tambang sudah menargetkan reklamasi lahan menjadi hutan plus danau ekowisata. Serta menanam dari rencana 1,2 juta pohon. Jadi dalam pernyataan sederhana bahwa PT.Aman tbk, pada pra tambang, sudah mengenali dan menghindari konflik, selanjutnya pada tahapan Operasi senantiasa secara konfrehensif terpadu dan terintegrasi melakukan pemantauan serta meminimalkan terjadinya dampak yang lebih besar serta pada pasca tambang berikhtiar sungguh sungguh memulihkan serta membuktikan. Kita tunggu sepak terjangnya sampai pada tahapan pasca tambang.
    ( Sumber Referensi dari Konsep Penerapan Teknologi Berkeesinambungan PT.AMAN Mineral, Laporan tahunan PT AMMAN 2025, Wawancara Sumber Perguruan Tinggi dan Inatitusi Pemerintah)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....