Pemkab Dompu Usulkan SPPBE LPG 5 Kg Atasi Kelangkaan Gas Subsidi
- 23 Jul 2026 13:12 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengusulkan pembangunan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) untuk gas LPG non-subsidi ukuran 5 kilogram kepada PT Pertamina.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap gas LPG subsidi 3 kilogram yang kerap mengalami kelangkaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Dompu, Armasnyah, mengatakan selama ini tidak tersedianya pasokan LPG non-subsidi 5 kilogram di Dompu membuat masyarakat mampu ikut membeli LPG subsidi 3 kilogram yang sejatinya diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Akibatnya, distribusi LPG subsidi sering tidak mencukupi kebutuhan masyarakat yang berhak menerima.
Pemerintah Kabupaten Dompu sudah mengajukan surat resmi kepada PT Pertamina Pusat agar membangun SPPBE yang dapat melayani pengisian LPG non-subsidi ukuran 5 kilogram.
“Kami berharap keberadaan fasilitas ini bisa menjadi solusi mengurangi tekanan terhadap distribusi LPG 3 kilogram," kata Armasnyah, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, ukuran tabung 5 kilogram dipilih karena dinilai paling sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat Dompu. Selain melayani pengisian LPG 5 kilogram, SPPBE yang diusulkan juga diharapkan mampu melayani pengisian tabung LPG 12 kilogram.
Armasnyah menjelaskan, keberadaan LPG non-subsidi dengan harga yang lebih terjangkau akan mendorong masyarakat mampu beralih dari penggunaan LPG subsidi. Selain itu, pasokan LPG 12 kilogram juga dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha dan industri yang selama ini diduga masih menggunakan LPG subsidi 3 kilogram.
Ia menambahkan, saat ini SPPBE yang berada di Kota Bima hanya melayani pengisian LPG subsidi 3 kilogram. Sementara kebutuhan LPG non-subsidi ukuran 5 kilogram dan 12 kilogram untuk wilayah Dompu masih dipasok dari Kota Mataram.
Kondisi tersebut menyebabkan harga LPG non-subsidi di Kabupaten Dompu jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah Pulau Lombok. Saat ini, tabung LPG non-subsidi 5 kilogram di Dompu dijual sekitar Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per tabung, sedangkan tabung 12 kilogram mencapai Rp330 ribu hingga Rp340 ribu per tabung.
Sebaliknya, di Kota Mataram dan sejumlah wilayah di Pulau Lombok, harga LPG non-subsidi 5 kilogram berkisar Rp90 ribu per tabung, sementara LPG 12 kilogram sekitar Rp192 ribu per tabung.
Pemerintah Kabupaten Dompu berharap usulan pembangunan SPPBE tersebut dapat segera direalisasikan oleh PT Pertamina. Selain menekan harga LPG non-subsidi di tingkat konsumen, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memperbaiki tata kelola distribusi LPG subsidi agar lebih tepat sasaran dan mengurangi potensi kelangkaan yang selama ini kerap terjadi di Kabupaten Dompu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....