Antisipasi Kerawanan, Pemkab Lombok Timur Matangkan Persiapan Pilkades Serentak

  • 19 Jul 2026 12:00 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mematangkan langkah antisipasi menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan digelar pada 27 Januari 2027. Upaya tersebut dilakukan karena sebanyak 157 desa akan melaksanakan Pilkades secara bersamaan, sehingga berbagai potensi kerawanan perlu diantisipasi sejak dini agar seluruh tahapan berjalan aman, damai, dan kondusif.

Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bangkesbangpoldagri), pemerintah daerah telah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami gangguan keamanan dan ketertiban. Koordinasi juga terus diperkuat dengan aparat keamanan, media massa, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah desa sebagai bagian dari langkah pencegahan potensi konflik selama tahapan Pilkades.

Kepala Bangkesbangpoldagri Kabupaten Lombok Timur, H. Mustafa, mengatakan pemetaan kerawanan dilakukan agar setiap potensi persoalan dapat diantisipasi sejak awal.

"Kami terus membangun koordinasi dengan seluruh pihak terkait, mulai dari TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga media massa. Tujuannya agar seluruh tahapan Pilkades Serentak dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif," ujarnya, Sabtu 18 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga telah menyepakati percepatan jadwal pelaksanaan Pilkades Serentak. Tahapan persiapan yang semula dijadwalkan dimulai pada 3 Agustus 2026 dimajukan menjadi 27 Juli 2026, sedangkan hari pemungutan suara yang sebelumnya direncanakan pada 3 Februari 2027 dipercepat menjadi 27 Januari 2027.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lombok Timur, Khairul Ihsan, mengapresiasi keputusan pemerintah daerah yang mempercepat pelaksanaan Pilkades Serentak. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan karena masih banyak desa yang dipimpin penjabat kepala desa dalam waktu cukup lama.

Khairul mengatakan FKKD terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di masing-masing desa. Berdasarkan hasil pemantauan, dinamika politik mulai meningkat seiring tingginya antusiasme masyarakat yang akan maju sebagai calon kepala desa.

Para bakal calon juga mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga diperlukan kedewasaan semua pihak agar persaingan politik tidak memicu gesekan.

"Kami mengajak seluruh bakal calon kepala desa beserta para pendukungnya untuk menjaga situasi tetap kondusif, mengedepankan etika politik, menghormati seluruh tahapan yang telah ditetapkan, serta bersama-sama menyukseskan Pilkades Serentak yang aman dan damai," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....