IFAD Terkesan Kemajuan Pemgembangan Bawang Merah di Sumbawa

  • 17 Jul 2026 19:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Tim International Fund for Agricultural Development (IFAD) mengapresiasi perkembangan budidaya bawang merah melalui Program UPLAND di Kabupaten Sumbawa. Apresiasi itu disampaikan setelah rombongan IFAD yang dipimpin Country Director IFAD, Hani Elsadani, melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah sentra pengembangan bawang merah pada Rabu, 15 Juli 2026 lalu.

Selama sehari penuh, tim meninjau sistem budidaya, pengelolaan, hingga pengembangan benih bawang merah yang dilakukan kelompok tani penerima manfaat Program UPLAND di Pidang, Kecamatan Tarano, Batu Putih, Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, serta Serading, Kecamatan Moyo Hilir.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung implementasi Program UPLAND yang telah berjalan di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, tim IFAD mengaku terkesan dengan pola budidaya, manajemen usaha tani, serta kemampuan petani dalam mengembangkan benih bawang merah secara mandiri.

"Tim IFAD memberikan apresiasi atas capaian Program UPLAND yang telah dilaksanakan kelompok tani bawang merah di Kabupaten Sumbawa. Program ini dinilai berhasil mengubah wajah pertanian bawang merah dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi maupun pendapatan petani," ujar Wayan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 17 Juli 2026.

Ia menjelaskan, hingga 13 Juli 2026, realisasi tanam bawang merah di Kabupaten Sumbawa telah mencapai 1.832,7 hektare, dengan luas panen 982,3 hektare dan total produksi mencapai 9.319,27 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan Program UPLAND dalam mendorong peningkatan produktivitas komoditas hortikultura unggulan daerah.

Selain bawang merah, sektor tanaman pangan di Kabupaten Sumbawa juga menunjukkan perkembangan yang positif. Untuk komoditas padi pada musim tanam 2025/2026, realisasi tanam mencapai 74.603,06 hektare atau 101,80 persen dari target, dengan realisasi panen seluas 74.616,40 hektare dan rencana produksi sebesar 389.317,87 ton.

Sementara itu, komoditas jagung mencatat realisasi tanam seluas 89.242 hektare atau 88,95 persen dari target, dengan luas panen mencapai 89.232 hektare dan proyeksi produksi sebesar 582.169 ton.

Wayan menuturkan, keberhasilan Program UPLAND tidak hanya terlihat dari peningkatan produksi, tetapi juga dari pembangunan sarana dan prasarana pendukung pertanian. Pada tahap pertama pelaksanaan program (2023–2024), target pengembangan lahan seluas 800 hektare berhasil dilampaui hingga mencapai 853 hektare. Selanjutnya, pada tahap kedua (2025–2026), program kembali dikembangkan pada lahan seluas 300 hektare.

Selama enam tahun pelaksanaan, Program UPLAND telah memberikan manfaat kepada 1.838 kepala keluarga petani. Berbagai fasilitas pendukung yang telah dibangun meliputi 22,5 kilometer jalan usaha tani, 495 unit infrastruktur air yang terdiri atas 441 sumur dangkal dan 54 sumur dalam, serta bantuan 287 unit alat dan mesin pertanian.

Selain itu, sebanyak 1.147 ton benih bawang merah telah disalurkan untuk pengembangan lahan seluas 1.148 hektare. Program tersebut juga telah menjangkau 143 kelompok tani yang tersebar di 19 kecamatan dan 51 desa di Kabupaten Sumbawa.

Menurut Wayan, dampak paling nyata dari program ini adalah meningkatnya kesejahteraan petani. Budidaya bawang merah kini mampu menghasilkan keuntungan bersih berkisar Rp100 juta hingga Rp190 juta per hektare dalam satu musim tanam. Dengan dua kali musim tanam dalam setahun, keuntungan petani bahkan berpotensi melampaui Rp200 juta per hektare.

"Capaian ini menunjukkan bahwa Program UPLAND tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi petani di Kabupaten Sumbawa," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....