DKP Lobar Genjot Kualitas Garam, 61 Jambangan Stainless Dongkrak Produksi Petani
- 07 Jul 2026 14:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKP dan Ketahanan Pangan) Kabupaten Lombok Barat terus mendorong peningkatan kualitas garam rebus lokal dengan menyalurkan 61 unit jambangan rebus berbahan stainless kepada para petani garam. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menghasilkan garam yang lebih bersih, serta mendongkrak nilai jual di pasaran.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Barat, Afgan Kusumanegara, mengatakan bantuan jambangan rebus tersebut diberikan setelah pihaknya menemukan sebagian besar petani masih menggunakan drum bekas yang sudah berkarat sebagai alat perebus air garam.
"Selama ini para petani merebus air garam menggunakan drum bekas yang mudah berkarat dan cepat rusak. Dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan drum tersebut biasanya sudah bocor akibat panas api. Selain kurang baik dari sisi kebersihan, penggunaan drum juga membuat hasil garam kurang putih sehingga nilai jualnya menjadi lebih rendah," ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.
Menurut Afgan, kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menghadirkan solusi melalui bantuan jambangan rebus berbahan stainless steel yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan drum bekas.
"Kami memberikan bantuan dandang atau jambangan rebus berbahan stainless dengan ukuran yang lebih besar. Alat ini memiliki daya tahan hingga tiga sampai empat tahun, tidak berkarat, lebih higienis, dan kapasitasnya lebih besar sehingga produksi garam dapat meningkat," katanya.
Ia menjelaskan, penggunaan bahan stainless juga berdampak pada kualitas hasil produksi. Garam yang dihasilkan menjadi lebih bersih dan berwarna putih sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.
"Hasil garam akan lebih putih dan lebih bersih. Tentu kondisi ini membuat garam lebih cepat diterima pasar dengan harga yang juga lebih baik," tegasnya.
Pada tahun ini, DKP dan Ketahanan Pangan Lombok Barat menyalurkan sebanyak 61 unit jambangan rebus stainless kepada kelompok petani garam di dua sentra produksi.
"Sebanyak 33 unit kami salurkan kepada petani garam di Desa Cendi Manik, sedangkan 28 unit lainnya diberikan kepada petani garam di wilayah Lembar Selatan," ucapnya.
Afgan menjelaskan, proses penetapan penerima bantuan dilakukan melalui pendataan terhadap seluruh petani garam di lokasi sasaran. Tim kemudian melakukan verifikasi terhadap peralatan produksi yang digunakan para petani.
"Kami mendata seluruh petani garam, kemudian melihat proses produksinya dan peralatan yang mereka gunakan. Hampir semuanya masih memakai drum bekas yang kondisinya cukup memprihatinkan, baik dari sisi kesehatan maupun ketahanannya. Karena itu kami memprioritaskan bantuan berupa jambangan rebus stainless," katanya.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi petani garam rebus yang memproduksi garam dapur halus. Penyaluran telah dilakukan sekitar dua pekan lalu dan kini para penerima mulai mengganti drum lama dengan jambangan stainless yang diberikan pemerintah.
"Sekarang para petani sudah mulai memasang jambangan baru menggantikan drum bekas yang selama ini mereka gunakan," ujarnya.
Afgan optimistis penggunaan jambangan rebus berbahan stainless akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi sekaligus kualitas garam rebus di Kabupaten Lombok Barat.
"Dengan kapasitas yang lebih besar, produksi garam tentu akan meningkat. Selain itu, hasilnya menjadi lebih putih karena menggunakan bahan stainless. Garam yang lebih putih umumnya lebih diminati konsumen dibandingkan garam yang berwarna kecokelatan sehingga peluang memperoleh harga yang lebih baik juga semakin besar," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....