Jena Jara Hidupkan Kejayaan Kavaleri Kesultanan Bima
- 07 Jul 2026 06:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Gemuruh tepuk tangan peserta upacara pecah saat Pasukan Berkuda "Jena Jara" Kodim 1608/Bima memasuki Lapangan Upacara Kantor Bupati Bima pada puncak peringatan Hari Jadi Bima ke-386.
Penampilan pasukan berkuda tersebut menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian dalam rangkaian acara yang dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Bupati Bima Ady Mahyudi, para kepala daerah se-NTB serta unsur Forkopimda.
Dengan formasi rapi dan penuh kewibawaan, pasukan berkuda melakukan defile kehormatan di hadapan peserta upacara. Kehadiran mereka bukan sekadar atraksi seremonial, melainkan simbol kebangkitan kembali sejarah panjang Kesultanan Bima yang dikenal memiliki pasukan kavaleri tangguh pada masanya.
Komandan Kodim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan mengatakan, Jena Jara merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali sejarah kebesaran Bima kepada generasi muda.
"Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Bima memiliki sejarah yang luar biasa. Pasukan berkuda ini merupakan simbol kejayaan masa lalu yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus," ujar Dandim.
Menurutnya, dalam sejarah Kesultanan Bima, kuda memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas pasukan kerajaan, menjaga wilayah kekuasaan dan menjadi simbol kekuatan pemerintahan saat itu. Bahkan kuda Bima dikenal luas karena ketangguhan dan daya tahannya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Jena Jara pada Hari Jadi Bima bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga mengingatkan masyarakat bahwa pembangunan daerah harus tetap berpijak pada sejarah dan identitas budaya.
"Pembangunan tidak boleh membuat kita melupakan akar sejarah. Justru sejarah harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan yang lebih baik," katanya.
Penampilan Jena Jara mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga yang sengaja mengabadikan momen tersebut karena menilai atraksi berkuda itu menghadirkan suasana berbeda dibandingkan peringatan tahun-tahun sebelumnya.
Bagi masyarakat Mbojo, kehadiran Jena Jara menjadi bukti bahwa warisan sejarah tidak hanya tersimpan dalam catatan masa lalu, tetapi dapat dihidupkan kembali melalui aksi nyata yang membangkitkan kebanggaan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....