Operasional SPPG Belum Maksimalkan Perputaran Ekonomi Sumbawa

  • 01 Jul 2026 19:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumbawa, belum memberikan dampak maksimal terhadap perputaran ekonomi daerah. Kondisi itu terjadi karena sebagian besar SPPG belum beroperasi secara penuh. Akibatnya, pelaku usaha lokal belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara, Rabu 1 Juli 2026, mengatakan kondisi pasar masih relatif stabil. Pasca penghentian sementara SPPG selama libur sekolah, fluktuasi harga hanya terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai di Sumbawa saat ini stabil diangka Rp40 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ayam, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya masih cenderung stabil.

Menurut Adi Nusantara, belum terlihat dampak signifikan penutupan sementara SPPG, terhadap pergerakan harga di pasar. Kondisi tersebut juga dipengaruhi belum optimalnya operasional program Makan Bergizi Gratis melalui SPPG. Selain itu, aktivitas masyarakat selama libur sekolah ikut memengaruhi pergerakan konsumsi. Banyak warga memilih berlibur ke Pulau Lombok. Situasi tersebut membuat permintaan di pasar belum mengalami perubahan berarti.

Ia menjelaskan pemerintah telah menerbitkan regulasi yang mengatur pola pengadaan bahan baku SPPG. Dalam aturan terbaru, setiap SPPG wajib menggandeng sedikitnya 15 pelaku UMKM di sekitarnya. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, kebutuhan bahan baku tidak lagi bergantung pada pemasok luar daerah.

Adi Nusantara menilai perputaran ekonomi belum optimal apabila SPPG masih menggunakan pemasok dari luar Kabupaten Sumbawa. Kondisi itu membuat manfaat ekonomi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan produk lokal. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM.

Saat ini, jumlah SPPG yang sudah terbangun di Kabupaten Sumbawa mencapai sekitar 22 unit. Namun, jumlah itu belum setengahnya dari target jumlah SPPG.

Adi Nusantara memperkirakan dampak ekonomi baru akan terasa ketika lebih dari separuh SPPG telah aktif. Karena, semakin banyak SPPG beroperasi, semakin besar pula kebutuhan bahan baku lokal.

Ia optimistis program tersebut akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Pelaku UMKM, koperasi, peternak, dan petani berpeluang menjadi pemasok tetap bagi SPPG. Komoditas seperti sayuran, daging ayam, telur, dan kebutuhan pangan lainnya diperkirakan mengalami peningkatan permintaan. Kondisi itu diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....