Pengiriman Ternak Ke Luar Daertah Ugal-ugalan, Pedagang Daging Dompu Stop Jualan

  • 01 Jul 2026 15:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Kelangkaan ternak sapi potong mulai dirasakan para pedagang daging di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini diduga dipicu oleh pengiriman ternak keluar daerah yang berlangsung tanpa kontrol ketat, terutama untuk distribusi lintas kabupaten di Pulau Sumbawa.

Akibatnya, para pedagang daging lokal kesulitan mendapatkan stok sapi untuk dipotong. Kalaupun tersedia, harga jual ternak melonjak cukup tinggi dan dinilai sudah tidak lagi menguntungkan bagi pedagang.

Heriyanto, salah seorang pedagang daging di Kabupaten Dompu, mengaku dalam dua hari terakhir seluruh pedagang daging di sejumlah pasar utama terpaksa menghentikan aktivitas jualan. Kondisi itu terjadi di Pasar Induk Dompu, Pasar Terminal Ginte, hingga Pasar Manggelewa.

“Sudah dua hari ini kami berhenti jualan karena memang tidak ada sapi yang bisa dipotong. Kalau ada pun harganya sangat mahal,” ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Heriyanto, belum diketahui sampai kapan penghentian aktivitas jualan tersebut akan berlangsung. Sebab, hingga kini pasokan ternak di tingkat lokal masih sangat terbatas.

Ia menjelaskan, kenaikan harga sapi membuat margin keuntungan pedagang semakin menipis. Sementara harga daging sapi di tingkat konsumen selama ini bertahan di angka Rp120 ribu per kilogram.

Jika harga daging dinaikkan, para pedagang khawatir pembeli akan beralih atau mengurangi konsumsi.

“Kami tidak bisa naikkan harga karena takut pembeli lari. Tapi kalau beli sapi dengan harga sekarang, kami juga rugi,” katanya.

Heriyanto menilai, tingginya harga sapi di Dompu dipicu oleh masuknya pedagang dari luar daerah yang berani membeli dengan harga lebih tinggi. Kondisi ini membuat pedagang lokal tidak mampu bersaing.

Padahal, Kabupaten Dompu dikenal sebagai salah satu daerah dengan populasi sapi tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Namun sebagian besar ternak justru terserap oleh pedagang dari Kabupaten Bima maupun Kabupaten Sumbawa.

Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Dompu segera turun tangan untuk menata ulang sistem pengiriman ternak keluar daerah, terutama lintas kabupaten di Pulau Sumbawa, agar kebutuhan pasar lokal tetap terjamin.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya pedagang yang terdampak, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen yang berpotensi menghadapi kelangkaan daging dan lonjakan harga dalam waktu dekat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....