Tiga Kelompok Ternak di Lombok Utara Jadi Percontohan Penggunaan Aplikasi SIDEWI
- 30 Jun 2026 19:30 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Tiga kelompok peternak sapi di Kabupaten Lombok Utara menjadi pelopor penerapan sistem pencatatan ternak berbasis digital melalui aplikasi SIDEWI (Sistem Informasi Data Elektronik Sapi). Inovasi tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan peternakan modern yang dapat diterapkan lebih luas di berbagai daerah.
Aplikasi yang dikembangkan PT Srikandi Bali Wirausaha itu resmi diperkenalkan dalam kegiatan Transformasi Digital Menuju Manajemen Smart Farming pada awal Juni lalu. Program ini merupakan implementasi hasil inovasi yang memperoleh dukungan melalui skema RIIM Startup Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pimpinan PT Srikandi Bali Wirausaha, Fauzan Al Jundi, mengatakan Lombok Utara dipilih sebagai daerah implementasi karena memiliki potensi pengembangan peternakan sapi yang cukup besar serta didukung berbagai program peningkatan populasi ternak di Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya mempermudah pencatatan administrasi, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam usaha peternakan.
"Selama ini data ternak masih banyak tersimpan secara manual sehingga sulit dimanfaatkan untuk analisis. Melalui SIDEWI, seluruh informasi dapat terdokumentasi secara digital dan dapat diakses oleh pihak yang berwenang sesuai kebutuhan," katanya, Senin 29 Juni 2026.
Ia menambahkan, implementasi awal dilakukan pada Kelompok Ternak Titiq Sama Guna, Kelompok Ternak Tetu Tanta Tunaq, dan Kelompok Ternak Bagenda Maju dengan pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara.
Selain membantu pencatatan identitas ternak, aplikasi tersebut juga mendukung pemantauan reproduksi, riwayat kesehatan, vaksinasi, hingga produktivitas ternak. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan peternak, penyuluh, paramedis veteriner maupun dokter hewan melalui platform berbasis website.
Inventor SIDEWI, Dr. drh. Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi, M.Biomed., menjelaskan bahwa data yang akurat merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memperkuat pengendalian penyakit hewan.
Menurutnya, pencatatan digital memungkinkan proses pemantauan kesehatan ternak dilakukan secara lebih cepat sehingga penanganan terhadap potensi penyebaran penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dapat dilakukan lebih efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....