Lima Proyek Strategis Dompu 2026 Belum Masuk Tender, Pemkab Matangkan Dokumen

  • 30 Jun 2026 11:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, DOMPU – Hingga pertengahan tahun 2026, lima Proyek Strategis Daerah (PSD) yang direncanakan dan dibiayai melalui APBD Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, masih belum memasuki tahap tender.

Kelima proyek tersebut merupakan program prioritas Pemerintah Kabupaten Dompu yang ditargetkan rampung dalam tahun anggaran 2026.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Dompu, Suparman, mengatakan bahwa hingga saat ini seluruh proyek strategis daerah tersebut memang belum masuk proses tender.

Ia menjelaskan, khusus untuk dua paket pekerjaan di RSUD Dompu, saat ini masih berada pada tahap persiapan sebelum diumumkan secara resmi.

“Untuk paket di RSUD sekarang sedang dalam tahap persiapan untuk diumumkan. Secara umum, proyek strategis daerah tahun 2026 memang belum masuk proses tender,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.

Suparman menegaskan, proses pengadaan barang dan jasa untuk masing-masing paket tetap harus melalui tahapan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, sebelum diumumkan dan masuk proses tender, seluruh dokumen persiapan wajib dinyatakan lengkap.

Menurutnya, kelengkapan dokumen menjadi syarat utama agar proses pemilihan penyedia jasa dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Pemerintah Kabupaten Dompu menargetkan seluruh proyek strategis tersebut dapat segera masuk ke tahapan pemilihan penyedia, sehingga pelaksanaan fisik dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah direncanakan dalam APBD tahun 2026.

Keterlambatan proses tender ini menjadi perhatian, mengingat proyek-proyek tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor UMKM, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Adapun proyek strategis yang dimaksud meliputi pembangunan Food Court di lokasi eks SDN 19 Dompu dengan pagu anggaran sebesar Rp2,1 miliar. Selain itu, pembangunan Pusat Oleh-oleh Dompu di Jalan Gajah Mada dengan nilai Rp1,3 miliar serta pengadaan 57 unit rombong dengan anggaran Rp570 juta.

Sementara di sektor kesehatan, terdapat dua paket pekerjaan besar, yakni rehabilitasi ruang Cytotoxic Drug Safety Cabinet (CDSC) atau ruang pencampuran obat kemoterapi di RSUD Dompu senilai Rp1,7 miliar dan rehabilitasi ruang Cath Lab (Laboratorium Kateterisasi) dengan anggaran Rp2,5 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....