SDN 6 Tanjung Hanya Dapat Satu Siswa Baru, Dikbud KLU Evaluasi Penyebabnya
- 30 Jun 2026 09:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lombok Utara menyisakan perhatian serius. Salah satu sekolah dasar negeri, SDN 6 Tanjung, hingga akhir Juni baru berhasil memperoleh satu calon siswa kelas I. Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Utara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Utara, M. Najib, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan rendahnya jumlah pendaftar tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah anak usia sekolah, tetapi juga oleh persepsi masyarakat terhadap sekolah tersebut.
Menurutnya, salah satu faktor yang berkembang di tengah masyarakat adalah trauma atas peristiwa lama sebelum gempa bumi, ketika tembok sekolah pernah roboh. Meski peristiwa itu telah lama berlalu, informasi tersebut masih memengaruhi kepercayaan sebagian orang tua.
"Setelah kami pelajari, khusus SDN 6 Tanjung ini ada informasi yang berkembang bahwa orang tua masih trauma karena pernah terjadi tembok roboh sebelum gempa. Saya sendiri baru mengetahui informasi itu," ujar Najib, Senin 29 Juni 2026.
Selain persoalan tersebut, kualitas pembelajaran juga menjadi perhatian. Dikbud menerima masukan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan di sekolah itu perlu diperkuat agar mampu menarik minat calon peserta didik.
Najib menilai kualitas pendidikan menjadi faktor utama dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat. Bahkan, ia menyinggung informasi bahwa ketua komite sekolah tidak menyekolahkan anaknya di SDN 6 Tanjung, sehingga menjadi persepsi negatif di kalangan warga.
"Kualitas pembelajaran harus benar-benar ditingkatkan. Kalau masyarakat melihat mutu sekolah baik, mereka akan percaya menyekolahkan anaknya di sana," katanya.
Di sisi lain, keberadaan sekolah swasta di sekitar wilayah tersebut juga menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dengan sekolah negeri yang menerapkan sistem zonasi, sekolah swasta dapat menerima siswa dari berbagai daerah sehingga memiliki peluang lebih besar mendapatkan peserta didik baru.
Saat ini jumlah siswa SDN 6 Tanjung dari kelas I hingga kelas VI hanya sekitar 40 orang. Bahkan satu-satunya calon siswa yang telah mendaftar pun masih belum memastikan akan bersekolah di sana karena khawatir tidak memiliki teman sekelas.
"Kita sedang berupaya mencarikan teman agar siswa tersebut tetap mau bersekolah di SDN 6 Tanjung," ujar Najib.
Dinas Pendidikan berharap berbagai upaya perbaikan dapat segera dilakukan sehingga jumlah peserta didik kembali meningkat dan keberlangsungan proses belajar mengajar di SDN 6 Tanjung tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....