Wamenkop Dorong Penguatan Koperasi, Karya Terpadu Madani Jadi Teladan
- 29 Jun 2026 08:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani di Desa Rarang, Kabupaten Lombok Timur, Selasa, 28 Juni 2026. Kunjungan tersebut disambut Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur Baiq Farida Apriani.
Dalam sambutannya, Sekda Lombok Timur menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Koperasi sekaligus memaparkan sejumlah program unggulan daerah yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah program Lotim Berkembang yang menyediakan akses kredit tanpa bunga guna mendorong pertumbuhan usaha masyarakat serta menekan praktik rentenir.
“Kami memiliki program unggulan bernama Lotim Berkembang, yaitu program pemberian kredit tanpa bunga yang bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberantas praktik rentenir. Nilai-nilai kawasan bebas riba ini terus kami kembangkan,” ujar Juaini Taofik.
Ia mengakui Pemerintah Kabupaten Lombok Timur banyak belajar dari Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani yang dipimpin Hj. Baiq Rusmiati. Menurutnya, transformasi koperasi dari Koperasi Serba Usaha menjadi koperasi konsumen berbasis syariah menjadi model pengembangan ekonomi yang sesuai dengan karakter masyarakat Lombok Timur.
Sekda menyebut keberhasilan koperasi tersebut telah mendapat pengakuan di tingkat nasional dan dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain. Ia berharap kunjungan Wakil Menteri dapat semakin memotivasi anggota koperasi untuk terus berkembang dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi RI memberikan apresiasi tinggi kepada Hj. Baiq Rusmiati yang dinilai berhasil membangun koperasi secara konsisten sejak tahun 1993 hingga menjadi lembaga ekonomi yang kuat dan dipercaya masyarakat.
Menurut Farida Farichah, keberhasilan koperasi tersebut tidak lepas dari semangat gotong royong, tata kelola yang sehat, serta pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan yang transparan dan akuntabel. Hal itu menunjukkan bahwa pengurus koperasi menjalankan amanah dengan baik demi kepentingan anggota.
Wamen juga mengapresiasi tingginya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi di tengah maraknya pinjaman online ilegal. Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan lembaga keuangan yang memiliki dasar hukum jelas dan memberikan manfaat nyata bagi pemberdayaan masyarakat.
“Ada dua kunci agar koperasi bisa berkembang besar, yaitu pengurus yang amanah dan anggota yang percaya penuh terhadap pengelolaan koperasi. Koperasi Karya Terpadu Madani telah memiliki kedua hal tersebut,” katanya.
Saat ini, koperasi tersebut tercatat memiliki modal atau aset lebih dari Rp16,5 miliar dan terus berkembang sebagai salah satu koperasi syariah yang berpengaruh di Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan itu, Wamen juga mengingatkan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat, khususnya kaum ibu, agar lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga dan terhindar dari jebakan pinjaman online ilegal maupun praktik penipuan keuangan lainnya.
Selain itu, ia turut mensosialisasikan Program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas pemerintah sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat akses permodalan, penyediaan kebutuhan pokok, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.
Sebelumnya, Ketua Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani Hj. Baiq Rusmiati mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan Wakil Menteri Koperasi RI. Ia menjelaskan koperasi yang bermula dari kelompok kecil petani dan nelayan beranggotakan 10 orang pada tahun 1993 itu kini telah berkembang menjadi 4.902 anggota dengan total aset sekitar Rp20 miliar.
Selain bergerak di bidang ekonomi, koperasi tersebut juga aktif dalam sektor kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai penghargaan dari pemerintah pusat sejak era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo menjadi bukti kontribusi koperasi dalam membangun ekonomi kerakyatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....