Normalisasi Sungai Jadi Langkah Antisipasi Banjir Mataram

  • 28 Jun 2026 12:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataram-Pemerintah mulai memperkuat upaya mitigasi banjir di Kota Mataram melalui program normalisasi Sungai Ancar dan Kali Unus yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program senilai Rp25 miliar yang didanai pemerintah pusat itu difokuskan pada pengerukan sedimen serta perbaikan tebing sungai yang mengalami kerusakan akibat banjir besar pada Juli 2025. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko luapan sungai saat musim hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan normalisasi sungai tidak hanya menyasar pengangkatan endapan sedimen, tetapi juga membutuhkan penguatan dinding penahan di sejumlah titik yang masih rentan.

"Selain persoalan sedimen, intervensi dinding penahan juga sangat dibutuhkan. Saat banjir Juli 2025 masih banyak lokasi yang belum sempat ditangani. Tahun lalu kami hanya bisa melakukan penanganan pada titik-titik yang paling mendesak sesuai kemampuan anggaran daerah," ujar Lale.

Menurutnya, kerusakan tebing sungai menjadi salah satu penyebab meningkatnya ancaman banjir di kawasan permukiman, khususnya di sepanjang aliran Kali Ancar wilayah Kekalik. Ia menjelaskan, dari total anggaran Rp25 miliar, sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk normalisasi Sungai Ancar dan Rp15 miliar untuk Kali Unus.

"Pengerukan sedimen, dan rehabilitasi tebing sungai yang rusak dimaksudkan agar kapasitas aliran air kembali optimal dan mampu mengurangi potensi banjir di kawasan hilir." Ujarnya

Lale menambahkan, hasil pengerukan sedimen tidak akan dibuang sembarangan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram agar material sedimen dimanfaatkan dan ditempatkan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan.

"Kami berharap normalisasi dua sungai ini dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi ancaman bagi masyarakat Kota Mataram saat musim penghujan," katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....