40 Tahun NU Abhariyah Cetak Santri Tangguh Kuasai Teknologi Mandiri
- 26 Jun 2026 09:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Memasuki usia ke-40, Pondok Pesantren (Ponpes) NU Abhariyah terus menegaskan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berperan besar dalam membangun sumber daya manusia di Lombok Barat. Momentum Hari Lahir (Harlah) yang digelar di halaman pondok, Rabu malam 24 Juni 2026, menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk melahirkan generasi santri yang religius, menguasai teknologi, dan mampu hidup mandiri.
Perayaan Harlah berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Pimpinan Ponpes NU Abhariyah Ustadz Imam Kafali, Camat Labuapi Lalu Pardite Utama bersama jajaran Forkopimcam, tokoh agama TGH Muammar Arafat, H. Lalu Ahmad Safii, para alumni, wali santri, serta ratusan santri.
Dalam sambutannya, Bupati LAZ menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Ponpes NU Abhariyah yang telah mengabdi selama empat dekade mencetak generasi berakhlak dan berilmu.
| Baca juga: BPBD Susun Kajian Risiko Bencana Sumbawa |
"Empat puluh tahun bukan perjalanan yang singkat. Banyak dinamika yang telah dilalui, namun Pondok Pesantren NU Abhariyah tetap mampu bertahan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan pesantren akan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Karena itu, pesantren harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
Bupati LAZ kemudian menitipkan dua pesan penting sebagai bekal menghadapi masa depan. Pesan pertama adalah penguasaan teknologi.
"Santri hari ini wajib menguasai teknologi. Perkembangan digital sudah menjadi sebuah keniscayaan sehingga kemampuan memanfaatkan teknologi harus dimiliki agar mampu bersaing di berbagai bidang," katanya menegaskan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembekalan keterampilan hidup bagi para santri. Menurutnya, penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan kemampuan praktis sehingga lulusan pesantren memiliki bekal untuk mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Pesantren tidak hanya mencetak santri yang memahami ilmu agama, tetapi juga harus membekali mereka dengan keterampilan yang dapat menjadi modal hidup sehingga mampu mandiri dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati LAZ turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh pondok pesantren di Lombok Barat yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara mandiri.
Ia menilai keberadaan pesantren telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan di daerah.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh pondok pesantren di Lombok Barat untuk terus memperkuat kualitas kelembagaan, menjaga marwah pesantren, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat sebagai tempat terbaik dalam mendidik putra-putri bangsa.
"Mari kita bersama-sama memperkuat institusi pesantren agar tetap menjadi tempat terbaik dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, aman, dan siap menghadapi tantangan masa depan," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....