Hujan Tidak Lagi Menjadi Musuh Utama DBD di Kota Mataram
- 26 Jun 2026 06:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID.Mataram-Perubahan cuaca yang sulit diprediksi belakangan ini menyimpan ancaman yang kerap luput dari perhatian. Di Kota Mataram, hujan yang datang bergantian dengan terik matahari justru menciptakan banyak genangan kecil di sekitar permukiman. Genangan inilah yang menjadi ruang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dan meningkatkan risiko penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun hingga awal April 2026 belum terjadi lonjakan kasus yang signifikan. Berdasarkan data Dinkes, sejak Januari hingga minggu pertama April tercatat 93 kasus DBD di Kota Mataram.
“Kalau hujan terus-menerus biasanya jentik akan hanyut. Tetapi ketika ada jeda panas di sela hujan, genangan air statis justru menjadi tempat berkembangnya jentik menjadi nyamuk dewasa,” ujarnya Kamis 25 Juni 2026.
Fenomena tersebut membuat kewaspadaan warga menjadi faktor penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit. Tidak hanya selokan atau kolam, wadah-wadah sederhana seperti ember bekas, pot tanaman, talang air, hingga penampung air hujan dapat berubah menjadi sarang nyamuk apabila tidak dibersihkan secara rutin.
Karena itu, pemerintah kota terus mendorong gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dimulai dari lingkungan rumah tangga. Menurut Emirald, upaya pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kami berharap warga melakukan pengecekan mandiri di rumah masing-masing tanpa harus menunggu instruksi kolektif. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran setiap keluarga,” ujarnya.
Di tengah cuaca yang terus berubah, ancaman DBD memang tidak selalu terlihat. Namun, langkah sederhana seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menampung air hujan, dan mendaur ulang barang bekas dapat menjadi benteng pertama melindungi keluarga.
"Kami berharap warga peduli dengan kebersihan lingkungan sekitar karena dari halaman rumah yang bersih, upaya besar mencegah wabah dapat dimulai." Ujar Emirald.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....