Dishub NTB: Kesadaran Berkendara Warga Dinilai Meningkat
- 22 Jun 2026 14:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan raya dan ketertiban berlalu lintas di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu topik yang dibahas dalam program Hallo RRI yang disiarkan Pro 1 RRI Mataram, Senin 22 Juni 2026. Dialog itu menghadirkan Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Baiq Musfianti, S.SiT., M.T.
Dalam kesempatan tersebut, Baiq Musfianti memberikan penjelasan mengenai tugas dan kewenangan Bidang Lalu Lintas Jalan, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan serta keluhan masyarakat terkait keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Ia menjelaskan bahwa Bidang Lalu Lintas Jalan memiliki tugas dalam manajemen dan rekayasa lalu lintas, mulai dari pengaturan arus kendaraan, penanganan kepadatan lalu lintas, hingga penyediaan fasilitas keselamatan jalan seperti marka dan rambu-rambu lalu lintas.
Menurutnya, pembagian kewenangan pengelolaan jalan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jalan provinsi menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi, jalan kabupaten dan kota ditangani Dishub kabupaten/kota, sedangkan jalan nasional berada di bawah kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
"Untuk penegakan hukum dan penertiban lalu lintas menjadi kewenangan Kepolisian, sementara Dishub lebih berfokus pada aspek manajemen lalu lintas," jelasnya.
Terkait tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, Baiq mengungkapkan adanya tren positif berdasarkan data tahun 2026. Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat NTB dalam mematuhi aturan berlalu lintas mulai meningkat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada infrastruktur yang disediakan pemerintah, tetapi juga pada kedisiplinan pengguna jalan.
"Kami sebagai penyedia infrastruktur tidak bisa bekerja maksimal apabila masyarakat tidak tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain di sekitar kita," ujarnya.
Dalam upaya menekan angka kecelakaan, Dishub NTB terus memetakan titik-titik rawan kecelakaan atau black spot di berbagai daerah. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan audit terhadap ruas-ruas jalan dengan tingkat kecelakaan tertinggi berdasarkan data dari Kepolisian dan Jasa Raharja.
Data tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah perbaikan, baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun penyediaan fasilitas keselamatan jalan.
Untuk wilayah Kota Mataram, kawasan Sandubaya menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus. Bersama Ditlantas Polda NTB dan Jasa Raharja, Dishub telah melakukan sosialisasi keselamatan berkendara di SMAN 6 Mataram.
"Dari data yang ada, mayoritas korban kecelakaan berada pada rentang usia 16 hingga 35 tahun atau usia produktif," ungkap Baiq.
Ia menambahkan, koordinasi antara Dishub, Ditlantas, dan Jasa Raharja terus dilakukan melalui berbagai program edukasi keselamatan berlalu lintas. Selain memberikan pemahaman tentang tata tertib berkendara, masyarakat juga diberikan informasi mengenai hak-hak korban kecelakaan yang dapat diklaim melalui Jasa Raharja.
Sementara itu, menjelang berbagai kegiatan dan event berskala besar yang digelar di NTB, Dishub juga telah menyiapkan langkah-langkah rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran arus kendaraan dan keselamatan masyarakat.
Koordinasi dilakukan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda NTB serta jajaran Polres di wilayah yang menjadi lokasi kegiatan. Berbagai skema pengalihan arus, pemasangan rambu sementara, hingga pemberitahuan kepada masyarakat akan diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
"Pastinya akan dipasang rambu-rambu dan diterapkan manajemen lalu lintas dengan pemberitahuan kepada masyarakat terkait pengalihan arus selama kegiatan berlangsung," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....