Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Pelosok Lombok Barat
- 22 Jun 2026 11:52 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas jangkauan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga ke wilayah pelosok Lombok Barat.
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas jangkauan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga ke wilayah pelosok Lombok Barat. Kali ini, giliran warga Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, yang mendapat akses bahan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran.
Lokasi yang berada di ujung wilayah Lombok Barat itu dipilih agar masyarakat yang jauh dari pusat distribusi tetap bisa memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Irine Silviani, mengatakan pemerintah sengaja mendekatkan layanan pangan murah ke daerah yang aksesnya masih terbatas.
“Lokasi ini cukup jauh dari pusat distribusi. Karena itu kami hadir agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga di bawah pasar,” kata Irine saat menghadiri GPM di Halaman Hutan Nuraksa Kumbi, Sabtu, 20 Juni 2026.
| Baca juga: Mataram Bidik Prestasi Lebih Tinggi di MTQ |
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Minyak goreng Minyakita menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu. Dalam kegiatan tersebut, minyak goreng kemasan rakyat itu dijual Rp15.500 per liter, lebih murah dibanding harga pasar yang berada di kisaran Rp17 ribu hingga Rp17.500 per liter.
Selain minyak goreng, warga juga dapat membeli beras dengan harga terjangkau melalui kerja sama dengan Perum Bulog dan sejumlah mitra pangan. Sejumlah pelaku UMKM lokal dan kelompok binaan Dinas Kehutanan turut meramaikan kegiatan dengan menjual produk pangan hasil bumi.
Irine memastikan GPM akan terus digelar secara berkelanjutan. Sepanjang Juni 2026, program tersebut telah berlangsung dua kali dan akan kembali menyasar sejumlah desa pada Juli mendatang melalui program desa berdaya yang menjadi salah satu agenda Pemerintah Provinsi NTB.
Di tengah upaya menjaga keterjangkauan harga, pemerintah juga memastikan stok pangan strategis, terutama beras, masih dalam kondisi aman. Ketersediaan beras NTB disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10-11 bulan ke depan.
Namun, pemerintah tetap mewaspadai ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.
“Kami terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Stok beras NTB masih aman untuk 10 hingga 11 bulan ke depan,” ujar Irine.
Selain menjaga pasokan, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi pangan. Pengurangan pemborosan makanan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Bagi warga Kumbi, kehadiran GPM menjadi angin segar di tengah harga kebutuhan pokok yang masih tinggi. Nuhun Santriwati, salah seorang warga, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
“Senang sekali, jarang ada kegiatan seperti ini di sini,” katanya.
Ia mengaku membeli dua liter minyak goreng seharga Rp31 ribu dan berencana membeli beras karena harganya lebih murah dibandingkan pasar.
“Kalau di pasar harganya lebih mahal, di sini jauh lebih murah,” ujarnya.
Nuhun berharap kegiatan serupa tidak hanya berlangsung sesekali, tetapi rutin digelar agar masyarakat desa semakin mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....