Antrean Elpiji Dipicu Distribusi Terlambat, Stok Mataram Tetap Aman
- 22 Jun 2026 07:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Antrean panjang pembelian elpiji subsidi 3 kilogram yang sempat terjadi di Kelurahan Sayang-Sayang, Kota Mataram, mendapat perhatian serius dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram.
Pemerintah memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan keterlambatan distribusi dari agen akibat hari libur yang menyebabkan pasokan ke sejumlah pangkalan sempat tersendat.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan keterlambatan pengiriman menjadi penyebab utama terjadinya kekosongan sementara di tingkat pangkalan.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Disdag Kota Mataram turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah pangkalan elpiji 3 kilogram. Hasil pengecekan menunjukkan stok di tingkat agen masih tersedia dan distribusi kembali berjalan normal.
“Berdasarkan hasil pantauan kami, tidak ada kelangkaan elpiji subsidi. Yang terjadi adalah keterlambatan distribusi dari agen sehingga stok di beberapa pangkalan sempat kosong dan memicu antrean masyarakat,” ujar Nida sapaan akrabnya, Senin 22 Juni 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Disdag telah meminta agen untuk memprioritaskan pengiriman elpiji ke pangkalan di wilayah Sayang-Sayang. Kebijakan itu dilakukan agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi dan antrean tidak kembali tterjadi
"Kami juga ingin memastikan harga jual elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung tanpa adanya kenaikan," ucap menegaskan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai mengantisipasi peningkatan kebutuhan elpiji menjelang akhir tahun. Nida menambahkan kuota elpiji subsidi Kota Mataram tahun 2026 tercatat 17.798 metrik ton (MT), lebih rendah 256 MT dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 18.054 MT.
“Kami akan mengusulkan tambahan kuota pada bulan berikutnya karena aktivitas pariwisata dan usaha kuliner biasanya meningkat menjelang akhir tahun, sehingga kebutuhan elpiji bagi UMKM juga ikut bertambah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....