Distribusi Bantuan Pangan Bulog NTB Capai 89 Persen

  • 20 Jun 2026 12:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Hingga pertengahan Juni 2026, Bulog NTB telah menyalurkan sebanyak 15.390 ton beras dan 3.078 ribu liter minyak goreng dengan capaian distribusi mencapai 89 persen di seluruh wilayah NTB.

Program intervensi pangan tersebut menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pokok bagi masyarakat. Untuk alokasi bantuan pangan Februari–Maret 2026, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) mengalami peningkatan hingga 64 persen dibandingkan alokasi sebelumnya.

Kabupaten Lombok Barat tercatat menjadi salah satu daerah dengan peningkatan penerima bantuan tertinggi, yakni mencapai 58 persen. Kehadiran program ini dinilai mampu membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli rumah tangga.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar atau yang akrab disapa Pak Regar, mengatakan pihaknya menargetkan seluruh proses distribusi bantuan pangan dapat selesai pada pekan depan.

“Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Bulog dalam membantu masyarakat. Kami memastikan beras yang disalurkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan sehingga layak dan aman untuk dikonsumsi. Bulog akan terus menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi agar manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Pak Regar, Sabtu 20 Juni 2026.

Menurutnya, strategi distribusi yang dilakukan Bulog bersama Pemerintah Provinsi NTB difokuskan pada wilayah-wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi. Langkah tersebut bertujuan untuk menekan potensi inflasi daerah akibat kenaikan harga pangan sekaligus memperkuat fungsi jaring pengaman sosial bagi masyarakat.

Manfaat program bantuan pangan juga dirasakan langsung oleh warga penerima. Salah satunya Nurhayati (45), warga Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat, yang mengaku terbantu dengan kualitas dan manfaat bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, beras yang kami terima kualitasnya bagus, putih, dan enak saat dimasak. Bantuan ini sangat membantu keluarga kami karena bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli kebutuhan pokok sehingga uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Secara lebih luas, program bantuan pangan ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui kolaborasi antara Bulog dan Pemerintah Provinsi NTB, pengawasan distribusi terus diperketat guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

Ke depan, Perum Bulog Kanwil NTB berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah melalui penguatan rantai pasok dan peningkatan kolaborasi lintas lembaga guna mengantisipasi berbagai tantangan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Bulog akan terus hadir sebagai mitra pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ungkap Pak Regar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....