Bank NTB Syariah Gelontorkan KUR Rp40 Miliar bagi UMKM dan PMI

  • 20 Jun 2026 09:41 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Setelah delapan tahun absen, Bank NTB Syariah kembali dipercaya pemerintah sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).
  • Tahun ini, bank milik daerah tersebut mendapat mandat menyalurkan pembiayaan senilai Rp40 miliar.
  • Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengatakan kembalinya program KUR menjadi angin segar untuk memperluas akses pembiayaan murah bagi masyarakat.

‎RRI.CO.ID, Mataram - Setelah delapan tahun absen, Bank NTB Syariah kembali dipercaya pemerintah sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun ini, bank milik daerah tersebut mendapat mandat menyalurkan pembiayaan senilai Rp40 miliar.

‎Dari total plafon tersebut, sebesar Rp30 miliar akan diarahkan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sementara Rp10 miliar disiapkan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang membutuhkan biaya persiapan keberangkatan.

‎Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengatakan kembalinya program KUR menjadi angin segar untuk memperluas akses pembiayaan murah bagi masyarakat. “Pembiayaan ini harus benar-benar mendorong sektor produktif dan membantu UMKM berkembang,” kata Nazaruddin di Mataram, Jumat, 19 Juni 2026.

‎Ia menjelaskan, Bank NTB Syariah tidak ingin hanya menyalurkan dana, tetapi juga memastikan pelaku usaha mendapat pendampingan agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis klaster usaha akan diterapkan untuk memperkuat kapasitas UMKM.

‎Skema KUR untuk PMI juga menjadi perhatian khusus karena NTB merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran yang besar. Pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan administrasi keberangkatan seperti dokumen perjalanan dan persiapan kerja di luar negeri.

‎Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, M. Riza Damanik, menyebut reaktivasi Bank NTB Syariah menjadikannya sebagai lembaga penyalur KUR ke-43 secara nasional pada 2026. Pemerintah berharap penyaluran KUR tidak berhenti pada akses modal, tetapi mampu menggeser porsi pembiayaan ke sektor produksi seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri pengolahan pangan, hingga ekonomi kreatif.

‎Menurut Riza, pembiayaan sektor produksi memiliki dampak lebih luas karena mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

‎Dengan kembalinya Bank NTB Syariah dalam program KUR, pemerintah daerah berharap pelaku UMKM dan calon PMI di NTB memiliki alternatif pembiayaan yang lebih mudah, murah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....