Investasi Pariwisata Sekitar KEK Mandalika Dominasi Realisasi Investasi Loteng

  • 19 Jun 2026 10:07 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Kawasan pariwisata Selong Belanak dan wilayah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masih menjadi magnet utama investasi di Kabupaten Lombok Tengah. Tingginya minat investor terhadap kawasan selatan tersebut mendorong realisasi investasi daerah menembus Rp2,059 triliun hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), capaian investasi pada triwulan pertama itu telah mencapai 64,67 persen dari target investasi Lombok Tengah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan sebesar Rp3,1 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Tengah, Dalilah, mengatakan tren investasi daerah masih sangat positif dan berpeluang melampaui target hingga akhir tahun.

"Melihat capaian pada triwulan pertama, kami optimistis target investasi tahun 2026 bisa terlampaui," ujarnya belum lama ini.

Dalilah menjelaskan, sebagian besar investasi masih terkonsentrasi di wilayah selatan Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Pujut yang meliputi kawasan Kuta Mandalika, Selong Belanak dan sekitarnya. Selain itu, investasi juga tumbuh di wilayah Praya Barat dan Praya Barat Daya yang menjadi kawasan penyangga destinasi wisata unggulan.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi penyumbang terbesar investasi dengan porsi mencapai sekitar 90 persen dari total investasi yang masuk ke Lombok Tengah.

Pesatnya pembangunan kawasan wisata, meningkatnya kunjungan wisatawan, serta berkembangnya berbagai fasilitas pendukung seperti hotel, vila, restoran dan usaha jasa wisata lainnya menjadi daya tarik kuat bagi investor untuk menanamkan modalnya.

"Dari total investasi yang terealisasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar Rp561 miliar," ujarnya.

Selain melampaui target RPJMD daerah, realisasi investasi tersebut juga telah mencapai sekitar 51 persen dari target investasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp4 triliun.

Dalilah menilai tingginya minat investor menunjukkan kepercayaan yang terus meningkat terhadap prospek pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah, terutama di sektor pariwisata yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Data DPMPTSP mencatat, sepanjang periode 2021 hingga 2025, total realisasi investasi di Lombok Tengah mencapai Rp17,12 triliun dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 34,58 persen.

Meski investasi terkonsentrasi di kawasan selatan, wilayah utara Lombok Tengah yang didominasi sektor pertanian dan kawasan hutan tetap memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga yang mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian daerah secara keseluruhan.

"Tentu kami optimistis realisasi investasi sepanjang tahun 2026 akan kembali mencatatkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....