Ponpes Abu Hurairah Mataram Dukung Satgas Terpadu guna Mitigasi Kekerasan
- 17 Jun 2026 08:36 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) bersama Pemerintah Provinsi NTB sepakat membentuk satgas terpadu untuk meninjau maraknya kekerasan serta perundungan di lingkungan pendidikan dan pesantren. Salah satu pondok pesantren di Mataram, Abu Hurairah, menyambut baik langkah tersebut.
Pihak pengasuhan menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memitigasi kekerasan di lingkungan pondok.
Ezra Amaril, staf pengasuhan Pondok Pesantren Abu Hurairah, mengatakan bahwa dalam memitigasi kekerasan, pihaknya memfokuskan pada pembinaan dan pengawasan yang terstruktur.
“Kita intinya di pembinaan dan pengawasan yang kita terapkan itu adalah yang terjadwal dan terstruktur. Artinya terstruktur itu kita bekerja sama dengan ketua kamar dan mudabbir untuk memastikan kondusivitas di asrama itu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” jelasnya, Rabu 17 Juni 2026.
Ia menambahkan, setiap laporan pelanggaran atau indikasi intimidasi antarsantri harus segera direspons cepat, serta memastikan keamanan pelapor. Selain itu, intensitas pengawasan di area blind spot atau titik-titik yang tidak dijangkau CCTV harus lebih tinggi, karena area seperti itu rawan dijadikan tempat perundungan.
“Kita respons cepat indikasi-indikasi pertengkaran yang akan terjadi. Maksimal 1x24 jam sudah ada penanganan, jadi salah satu pencegahan kita di awal seperti itu,” ujarnya.
Terkait pembentukan satgas terpadu ini, Ezra berharap pemerintah dapat berperan aktif memberikan edukasi dan pelatihan kepada pengasuh pondok dalam mengidentifikasi kasus kekerasan sejak dini.
Langkah ini dinilai krusial demi mewujudkan karakter santri yang kuat, sekaligus memastikan lingkungan pondok benar-benar kondusif serta bebas dari bullying hingga fenomena menyimpang.
Ia juga berharap adanya sinergi pemerintah dalam menyediakan pendampingan psikologis bagi santri yang menjadi korban. (Faqih Haitsam Faruk)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....