Sambut 1448 Hijriah, PCNU dan Jatman Dompu Gelar Istighosah Akbar

  • 16 Jun 2026 08:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Dompu bersama Jami’yyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menggelar istighosah dan doa bersama pada malam pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Kegiatan religius tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Mas'udiyah Syekh Mahdali, Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, dan diikuti para pengurus organisasi keagamaan, santriwan-santriwati, serta masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Yasin Fadillah, dilanjutkan dengan pembacaan Asrafal Anam, istighosah, doa akhir tahun, serta doa awal tahun Hijriah. Suasana khidmat tampak menyelimuti seluruh jamaah yang memadati area pondok pesantren.

Rois Mustafad Jatman Dompu sekaligus Pengasuh Ponpes Al-Mas'udiyah Syekh Mahdali, Kiai Qomarudin Syarof, mengatakan momentum pergantian tahun Hijriah bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi sarana muhasabah atau introspeksi diri bagi umat Islam.

Menurutnya, pergantian tahun menjadi pengingat agar umat terus memperbaiki diri, memperkuat ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui istighosah dan doa bersama ini, kita berharap di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, lebih damai, dan penuh keberkahan,” ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.

Ia juga mengajak generasi muda, khususnya para santri, untuk menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum memperkuat akhlak dan menumbuhkan semangat menuntut ilmu agama.

Selain pengurus Jatman, kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PCNU Dompu dan pengurus Majelis Dzikir Al-Mas'udiyah Syekh Mahdali. Kebersamaan para tokoh agama dan santri dinilai menjadi simbol kuatnya tradisi keislaman di Kabupaten Dompu.

Dalam tradisi umat Islam, perayaan Tahun Baru Hijriah umumnya diisi dengan kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual, seperti zikir, doa bersama, pengajian, santunan sosial, hingga pawai syiar Islam.

Momentum 1 Muharram juga dimaknai sebagai pengingat peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan Islam.

Karena itu, pergantian tahun Hijriah tidak identik dengan pesta atau hiburan semata, melainkan lebih menekankan pada refleksi diri, peningkatan ibadah, serta harapan menuju kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....