Program Presiden Hadir di Bima, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja

  • 15 Jun 2026 15:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Kabupaten Bima menjadi salah satu daerah yang mendapat kepercayaan dalam pelaksanaan Program Hilirisasi Ayam Terpadu (HAT), sebuah program prioritas nasional Presiden RI melalui Kementerian Pertanian yang saat ini mulai dijalankan di sejumlah provinsi strategis di Indonesia. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bima dan PT Berdikari di Hotel Bidakara Jakarta.

Bupati Bima Ady Mahyudi mengatakan, kehadiran program nasional ini di Kabupaten Bima menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor peternakan yang terintegrasi.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi ayam, tetapi juga membangun rantai industri yang lengkap mulai dari penyediaan pakan, pembibitan, penetasan, budidaya hingga pengolahan hasil peternakan.

“Dengan sistem yang terintegrasi, nilai ekonomi yang dihasilkan akan jauh lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan usaha peternakan konvensional,” kata Ady, Senin 15 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Madapangga menjadi lokasi yang direkomendasikan oleh konsultan PT Berdikari setelah melalui proses penilaian terhadap beberapa wilayah yang diusulkan oleh pemerintah daerah.

Tahap selanjutnya, kata Ady, adalah pelaksanaan feasibility study atau studi kelayakan untuk menentukan bentuk investasi dan jenis fasilitas yang paling sesuai dikembangkan di Kabupaten Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima H. Zainal Arifin menegaskan bahwa program Hilirisasi Ayam Terpadu merupakan salah satu agenda strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pada tahap awal, program tersebut hanya dilaksanakan di lima provinsi di Indonesia dan NTB menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk menjalankannya.

“Dalam kesempatan ini dilakukan penandatanganan MoU bersama antara PT Berdikari dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Pemerintah Kabupaten Bima,” jelas Zainal.

Ia optimistis kehadiran program tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM peternakan, hingga peningkatan pendapatan masyarakat.

Acara penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Dr. drh. Agung Suganda, M.Si, jajaran Kementerian Pertanian, Direktur Utama PT Berdikari Maryadi, perwakilan ID Food, Danantara, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dengan masuknya Kabupaten Bima dalam proyek strategis nasional tersebut, pemerintah daerah berharap daerah ini dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri peternakan modern yang berdaya saing tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....