Pemkab Loteng Pastikan Pengobatan Dua Santri Korban Kebakaran, PDAM Siap Bantu

  • 14 Jun 2026 14:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memastikan pengobatan dua santri korban kebakaran di Kecamatan Batukliang Utara akan kembali dilanjutkan secara gratis setelah sebelumnya sempat terhenti akibat keterbatasan biaya. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah saat mengunjungi rumah korban bersama Direktur Utama PERUMDAM Tiara Lombok Tengah.

Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan, pemerintah daerah tidak akan membiarkan korban menghadapi proses penyembuhan sendirian. Pemkab telah menyiapkan langkah untuk membawa kedua korban menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan.

“Kami turut prihatin melihat kondisi anak-anak kita yang sudah lima bulan menjalani pengobatan namun belum sembuh dari luka bakar yang diderita. Pemerintah daerah hadir untuk membantu dan memastikan mereka tetap mendapatkan perawatan yang dibutuhkan,” ujar Nursiah Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pengobatan korban sempat terhenti setelah biaya perawatan tidak lagi ditanggung BPJS. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat mereka kesulitan melanjutkan pengobatan secara mandiri.

“Insya Allah hari Senin korban akan kami bawa ke RSUP untuk melanjutkan pengobatan. Sebelumnya pengobatan sempat terhenti karena biaya tidak lagi ditanggung BPJS sehingga keluarga tidak mampu melanjutkan perawatan. Untuk pembiayaannya akan dibantu melalui PERUMDAM Tiara sebagai OPD pembina wilayah Batukliang Utara,” ujarnya.

Menurut Nursiah, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang layak.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Lombok Tengah bersama PERUMDAM Tiara juga menyerahkan bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan ekonomi berupa kandang beserta ayam petelur kepada keluarga korban.

Direktur Utama PERUMDAM Tiara Lombok Tengah, Bambang Supratomo, mengatakan pihaknya siap mendampingi proses pengobatan korban hingga mendapatkan penanganan medis yang optimal.

“Tadi bersama Pak Wakil Bupati kami melihat langsung kondisi korban yang masih mengalami luka bakar cukup parah dan membutuhkan perawatan intensif. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas untuk mendampingi proses pengobatan korban,” ucapnya.

Selain membantu pembiayaan pengobatan, PERUMDAM Tiara juga menyalurkan bantuan CSR berupa sembako, kandang, dan ayam petelur sebagai upaya membantu ketahanan ekonomi keluarga selama masa pemulihan korban.

“Kami berharap bantuan ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Dari hasil penjualan telur nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Bambang.

Ia mengungkapkan kondisi ekonomi keluarga korban cukup memprihatinkan. Bahkan untuk biaya transportasi menuju rumah sakit, keluarga kerap mengalami kesulitan.

“Dari cerita yang kami dengar langsung, untuk biaya ojek ke rumah sakit saja mereka sering kesulitan. Karena itu kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga sekaligus mendukung proses pemulihan korban,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....