DLH Mataram Gencarkan Tukar Plastik dengan Eco Bag

  • 11 Jun 2026 15:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Kota Mataram terus memperkuat upaya pengurangan sampah plastik dengan mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja. Setelah menyasar pengunjung Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram kini memperluas gerakan penggunaan tas ramah lingkungan ke pasar-pasar tradisional.

Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan sebanyak 6.000 lembar eco bag telah disiapkan untuk dibagikan di pasar tradisional setelah sebelumnya sekitar 2.000 lembar dibagikan kepada masyarakat melalui kegiatan CFD.

“Tim kami akan turun ke pasar-pasar tradisional untuk membagikan eco bag. Dari total 8.000 lembar yang disiapkan, sekitar 2.000 lembar sudah terbagi kepada masyarakat melalui kegiatan CFD,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari implementasi Peraturan Wali Kota Mataram Nomor 2 Tahun 2023 tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Program yang mengusung tagline “Rampas Kantong Plastik” itu telah berjalan sejak 17 Mei 2026.

"Setiap pekan, petugas menukarkan kantong plastik yang digunakan pengunjung CFD dengan tas ramah lingkungan yang dapat digunakan berulang kali," ucap Denny sapaan akrabnya.

Menurut Denny program ini tidak sekadar membagikan tas gratis, tetapi juga mendorong budaya baru dalam berbelanja. Pemerintah ingin membangun kesadaran bahwa penggunaan tas guna ulang merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi timbunan sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan perkotaan.

“Alhamdulillah, penggunaan tas ramah lingkungan di pasar modern sudah berjalan dengan baik. Sekarang kami fokus menyasar pasar tradisional agar kebiasaan yang sama juga tumbuh di masyarakat,” ujarnya.

DLH menargetkan ke depan tidak ada lagi masyarakat yang berbelanja ke pasar dengan membawa atau meminta kantong plastik sekali pakai. Sebaliknya, masyarakat diharapkan terbiasa menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berkali-kali.

“Target kami sederhana, masyarakat terbiasa membawa tas belanja sendiri sehingga penggunaan kantong plastik sekali pakai bisa ditekan secara signifikan,” katanya.

Melalui perluasan gerakan ini, DLH berharap pasar tradisional dapat menjadi garda terdepan dalam perubahan perilaku masyarakat menuju pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"Kebijakan ini kami harapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Mataram dalam mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir," kata Denny menambahkan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....