Mohan: Tidak Ada Ruang bagi LGBT di Mataram

  • 11 Jun 2026 15:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan sosial dan pendidikan dalam merespons berbagai fenomena sosial yang dinilai berpotensi memengaruhi perkembangan generasi muda. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara keluarga, lingkungan masyarakat, dan lembaga pendidikan agar pembinaan karakter dapat berjalan lebih efektif.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengatakan persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat tidak dapat dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak dan remaja.

“Orang tua, lingkungan, guru, dan semua pemangku kepentingan harus memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang agar tidak semakin meluas dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2026

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran sebagian masyarakat terkait sejumlah fenomena sosial yang dinilai memerlukan perhatian bersama. Pemerintah Kota Mataram menilai langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui penguatan fungsi keluarga, pendidikan, dan kontrol sosial di lingkungan masyarakat.

Menurut Mohan, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan memberikan pendampingan kepada peserta didik. Karena itu, pihak sekolah diharapkan aktif melakukan pengawasan, pembinaan, serta memberikan peringatan apabila ditemukan perilaku yang dianggap menyimpang dari norma yang berlaku di lingkungan pendidikan.

“Harus ada teguran dan peringatan yang bersifat edukatif agar siswa merasa diperhatikan dan diawasi, sehingga lingkungan sekolah tetap kondusif untuk proses pembentukan karakter yang positif,” ungkapnya.

Menurutnya orang tua dinilai memiliki peran utama dalam memberikan pendidikan moral dan pengawasan sejak dini, sementara lingkungan masyarakat berfungsi sebagai ruang kontrol sosial yang mendukung pembentukan karakter.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial yang berkembang secara tersembunyi tidak boleh diabaikan. Sebaliknya, diperlukan langkah-langkah preventif melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan nilai-nilai sosial di masyarakat.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan sosial yang berkembang. Yang diperlukan adalah pengawasan, pembinaan, dan pemahaman yang terus-menerus agar masyarakat memiliki daya tahan sosial yang kuat,” ucapnya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Mataram mendorong lahirnya gerakan kolaboratif yang melibatkan sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Persoalan sosial harus diselesaikan secara bersama-sama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, lingkungan, dan masyarakat agar pembinaan generasi muda dapat berjalan secara optimal,” jelas Mohan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....