Polres Loteng Gelar Simulasi Pengamanan Berskala Besar, 700 Personel Diterjunkan

  • 10 Jun 2026 20:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Polres Lombok Tengah menggelar simulasi penanganan konflik sosial dan pengamanan penyampaian pendapat di muka umum sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Lombok Tengah menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan personel sekaligus mengevaluasi kesiapan sarana, prasarana, material logistik, serta perlengkapan yang dimiliki dalam mendukung operasional kepolisian.

“Tujuannya adalah melatih anggota, meningkatkan kesiapsiagaan personel, sekaligus mengecek kesiapan sarana-prasarana, material logistik maupun perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan operasional kepolisian,” ujarnya usai kegiatan simulasi, Rabu 10 Juni 2026.

Dalam simulasi tersebut, Polres Lombok Tengah melibatkan sekitar 700 personel atau dua pertiga dari total kekuatan yang dimiliki. Menurut Kapolres, keterlibatan personel dalam jumlah besar dilakukan agar seluruh anggota memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat menghadapi situasi kontingensi.

“Kami sengaja menghadirkan dua pertiga kekuatan personel agar seluruh anggota memahami apa yang harus dilakukan, bertanggung jawab kepada siapa, dan langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi di lapangan,” ujarnya.

Dari hasil evaluasi sementara, Kapolres menilai seluruh rangkaian simulasi berjalan sesuai skenario. Personel dinilai telah memahami prosedur operasional standar (SOP), tahapan eskalasi pengamanan, hingga penggunaan kekuatan sesuai aturan yang berlaku.

“Alhamdulillah skenario yang kami siapkan dapat dipahami personel. SOP, tahapan eskalasi, pergantian eskalasi, hingga penggunaan kekuatan sesuai peraturan Kapolri juga sudah dipahami anggota,” ujarnya.

Kapolres menegaskan penggunaan kekuatan oleh personel kepolisian hanya dilakukan apabila terdapat ancaman nyata terhadap keselamatan anggota, masyarakat, maupun fasilitas umum.

“Indikator penggunaan kekuatan adalah adanya ancaman terhadap anggota, personel lain, masyarakat, ataupun fasilitas umum yang dirusak oleh massa aksi,” ujarnya.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan dan analisis intelijen, situasi keamanan di wilayah Lombok Tengah hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan kondusif.

“Alhamdulillah sampai sekarang perkiraan intelijen menunjukkan Lombok Tengah aman dan kondusif. Namun apabila sewaktu-waktu terjadi situasi kontingensi, baik di wilayah Lombok Tengah maupun wilayah Polda NTB, kami siap melaksanakan pengamanan dan memberikan dukungan personel,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, kegiatan simulasi tersebut merupakan latihan rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan personel. Selain itu, latihan juga menjadi langkah antisipasi menghadapi sejumlah agenda penting yang akan berlangsung di Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi NTB.

“MTQ menjadi salah satu kegiatan yang kami amankan. Selain lokasi kegiatan, para peserta dan tamu yang datang juga menjadi bagian dari objek pengamanan. Sampai saat ini situasi masih aman dengan pola pengamanan yang telah kami terapkan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....