Bansos Diyakini Mampu Tekan Kemiskinan di Dompu

  • 10 Jun 2026 11:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari APBN maupun APBD diyakini mampu membantu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, bansos juga dinilai dapat menjadi modal awal bagi keluarga miskin untuk membuka usaha baru dan meningkatkan taraf hidup.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Dompu, Sukarno mengatakan, optimalisasi bantuan sosial yang diterima masyarakat miskin telah terbukti mampu membantu pengentasan kemiskinan, termasuk bagi warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

“Ada edukasi ke masyarakat agar bantuan yang diterima tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Sukarno, meski persentase masyarakat yang berhasil mandiri melalui bantuan sosial masih relatif kecil, namun upaya pendampingan dan edukasi kepada penerima manfaat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pendampingan tersebut, masyarakat penerima bansos diharapkan mampu mengembangkan usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Ia meyakini, melalui optimalisasi program bansos yang dibarengi pemberdayaan masyarakat, angka kemiskinan di Kabupaten Dompu dapat terus ditekan hingga berada di bawah dua digit.

Sementara itu, angka kemiskinan di Kabupaten Dompu pada tahun 2025 tercatat sebesar 11,15 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya yang berada di level 11,59 persen.

Selain itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan juga mengalami penurunan dari 1,62 menjadi 1,31. Kondisi tersebut menunjukkan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin mengecil.

Adapun garis kemiskinan di Kabupaten Dompu saat ini berada pada angka Rp492.991 per kapita per bulan. Pemerintah daerah juga terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem yang masih tercatat sekitar 39.847 jiwa.

“Kami menargetkan kemiskinan ekstrem dapat mencapai nol persen pada tahun 2027 melalui berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Harapannya masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu bangkit secara ekonomi melalui pemberdayaan social.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....